Paus Leo Serukan Gencatan Senjata Semua Perang di Dunia pada Hari Natal
Kamis, 25 Desember 2025 - 05:20 WIB
loading...
Paus Leo XIV serukan gencatan senjata 24 jam dalam semua perang di seluruh dunia selama Natal. Foto/Vatican Media
A
A
A
VATIKAN - Paus Leo XIV telah menyerukan orang-orang yang berkehendak baik untuk menerapkan gencatan senjata 24 jam dalam semua perang di seluruh dunia selama Natal. Pemimpin Vatikan menyampaikan seruan tersebut menjelang Hari Natal.
Paus mengatakan penolakan Rusia terhadap gencatan senjata singkat telah menyebabkannya kesedihan yang mendalam, terutama mengingat serangan skala besar baru-baru ini terhadap Ukraina.
"Semoga ada 24 jam perdamaian di seluruh dunia," katanya kepada wartawan.
Baca Juga: Paus Leo Tegaskan Negara Palestina Satu-satunya Solusi
Leo, yang masa kepausannya dimulai pada bulan Mei, merayakan Misa Malam Natal pertamanya pada hari Rabu (Kamis dini hari WIB) di Basilika Santo Petrus, di mana dia akan berbicara menentang perang dan kekerasan serta mengenang penderitaan warga sipil.
Pada Malam Natal, Vatican News membagikan kartu Natal Paus yang semakin menyoroti penekanannya pada perdamaian Natal ini. Kartu tersebut memuat kutipan “Natal Tuhan adalah Natal Damai", yang diambil dari salah satu khotbah Santo Leo Agung.
Pada Hari Natal, Paus Leo akan menyampaikan pesan Natal tradisional di Lapangan Santo Petrus. Pemimpin spiritual sekitar 1,4 miliar umat Katolik itu akan memberikan berkat "Urbi et Orbi (Kepada Kota dan Dunia)", dengan puluhan ribu umat Katolik yang diperkirakan akan hadir.
Dalam komentarnya sebelumnya, Paus juga membahas situasi di Timur Tengah. Dia mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan pastor paroki di Kota Gaza. Menurutnya, penduduk di sana berusaha merayakan Natal meskipun dalam kondisi yang sangat genting.
Pada hari Senin pekan Natal, Paus Leo menyapa Kuria Romawi, mendesak mereka untuk mencari pertobatan pribadi yang mengarah pada perdamaian di dalam Gereja. Dia menekankan bahwa hubungan di dalam Gereja harus menjadi saksi perdamaian yang diwartakan oleh kelahiran Kristus.
"Kelahiran Tuhan membawa karunia perdamaian dan mengundang kita untuk menjadi tanda kenabiannya dalam konteks manusia dan budaya yang terlalu terpecah-pecah," katanya.
Paus mengatakan penolakan Rusia terhadap gencatan senjata singkat telah menyebabkannya kesedihan yang mendalam, terutama mengingat serangan skala besar baru-baru ini terhadap Ukraina.
"Semoga ada 24 jam perdamaian di seluruh dunia," katanya kepada wartawan.
Baca Juga: Paus Leo Tegaskan Negara Palestina Satu-satunya Solusi
Leo, yang masa kepausannya dimulai pada bulan Mei, merayakan Misa Malam Natal pertamanya pada hari Rabu (Kamis dini hari WIB) di Basilika Santo Petrus, di mana dia akan berbicara menentang perang dan kekerasan serta mengenang penderitaan warga sipil.
Pada Malam Natal, Vatican News membagikan kartu Natal Paus yang semakin menyoroti penekanannya pada perdamaian Natal ini. Kartu tersebut memuat kutipan “Natal Tuhan adalah Natal Damai", yang diambil dari salah satu khotbah Santo Leo Agung.
Pada Hari Natal, Paus Leo akan menyampaikan pesan Natal tradisional di Lapangan Santo Petrus. Pemimpin spiritual sekitar 1,4 miliar umat Katolik itu akan memberikan berkat "Urbi et Orbi (Kepada Kota dan Dunia)", dengan puluhan ribu umat Katolik yang diperkirakan akan hadir.
Dalam komentarnya sebelumnya, Paus juga membahas situasi di Timur Tengah. Dia mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan pastor paroki di Kota Gaza. Menurutnya, penduduk di sana berusaha merayakan Natal meskipun dalam kondisi yang sangat genting.
Pada hari Senin pekan Natal, Paus Leo menyapa Kuria Romawi, mendesak mereka untuk mencari pertobatan pribadi yang mengarah pada perdamaian di dalam Gereja. Dia menekankan bahwa hubungan di dalam Gereja harus menjadi saksi perdamaian yang diwartakan oleh kelahiran Kristus.
"Kelahiran Tuhan membawa karunia perdamaian dan mengundang kita untuk menjadi tanda kenabiannya dalam konteks manusia dan budaya yang terlalu terpecah-pecah," katanya.
(mas)
Lihat Juga :