Venezuela Sahkan Undang-Undang Hukuman Berat bagi Pendukung Blokade AS

Rabu, 24 Desember 2025 - 12:30 WIB
loading...
Venezuela Sahkan Undang-Undang...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/anadolu
A A A
CARACAS - Majelis Nasional Venezuela mengesahkan undang-undang yang menetapkan hukuman berat bagi mereka yang mendukung atau membantu membiayai blokade dan tindakan pembajakan. Hukuman berat itu termasuk hingga 20 tahun penjara.

Undang-undang tersebut disahkan pada hari Selasa (23/12/2025) setelah Amerika Serikat menyita kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela, tindakan yang dikecam pemerintah Presiden Nicolas Maduro sebagai tindakan pembajakan yang melanggar hukum.

“Undang-undang ini bertujuan melindungi perekonomian nasional dan menghindari penurunan standar hidup penduduk,” ungkap anggota parlemen Giuseppe Alessandrello, saat mempresentasikan undang-undang tersebut di hadapan Majelis Nasional, yang dikendalikan partai penguasa Maduro.

AS telah melakukan serangkaian tindakan yang semakin agresif selama beberapa bulan terakhir, mengerahkan pasukan militer dalam jumlah besar ke Amerika Latin, menyita kapal tanker minyak, membunuh puluhan orang dalam serangan militer terhadap apa yang mereka sebut sebagai kapal penyelundup narkoba, dan mengancam serangan darat terhadap Venezuela sendiri.

Legalitas beberapa tindakan tersebut, seperti penyitaan kapal tanker minyak di perairan internasional, masih diperdebatkan. Tindakan lainnya, seperti serangan terhadap terduga pengedar narkoba, secara luas dianggap ilegal.

“Kita berada di hadapan kekuatan yang bertindak di luar hukum internasional, menuntut agar warga Venezuela meninggalkan negara kita dan menyerahkannya,” ujar Samuel Moncada, perwakilan Venezuela di Perserikatan Bangsa-Bangsa, kepada Dewan Keamanan (DK PBB) selama pertemuan pada hari Selasa.

“Ancaman itu bukan Venezuela,” tambahnya. “Ancaman itu adalah pemerintah AS.”

China dan Rusia juga mengkritik tindakan AS. Duta Besar Rusia, Vassily Nebenzia, mengatakan pemerintahan Trump sedang menciptakan “template” untuk penggunaan kekuatan yang dapat digunakan terhadap negara-negara Amerika Latin lainnya di masa depan.

“Kami melihat dukungan yang jelas untuk Venezuela dari Rusia dan China, tetapi juga dari Kolombia, dan bahkan dari beberapa negara anggota lainnya, yang berbicara tentang bagaimana AS perlu mematuhi hukum internasional dan menyerukan de-eskalasi,” ungkap koresponden Al Jazeera, Gabriel Elizondo, dari PBB.

Ia menambahkan beberapa negara Amerika Latin dengan pemerintahan sayap kanan, seperti Argentina, Panama, dan Cile, tampaknya berpihak pada AS.

“Intinya di sini adalah kita belum mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari Amerika Serikat tentang apa tujuan akhir mereka di sini, ke mana mereka berencana untuk membawa ini,” tambahnya.

Wall Street Journal melaporkan pada hari Selasa bahwa militer AS telah memindahkan pesawat operasi khusus dan pesawat kargo yang membawa pasukan ke Karibia pekan ini.

“Kita telah membentuk armada besar, yang terbesar yang pernah kita miliki, dan sejauh ini yang terbesar yang pernah kita miliki di Amerika Selatan,” ujar Trump kepada wartawan pada hari Senin.

Baca juga: Trump Jelaskan Mengapa AS Butuh Greenland
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Akan Serahkan...
Trump Akan Serahkan Trofi Pemenang Piala Dunia 2026
Sampaikan Belasungkawa,...
Sampaikan Belasungkawa, Menlu RI Tekankan Peran Sheikh Hamad bagi Persahabatan Indonesia-Qatar
Ganas! Iran Gempur Markas...
Ganas! Iran Gempur Markas Komando AS di Suriah, Klaim Bunuh Tentara dan Hancurkan Heli
Rekomendasi
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Pelimpahan Berkas Perkara...
Pelimpahan Berkas Perkara Febrie Dinilai Tindakan Rasional
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved