Venezuela Dikepung Kapal Perang AS, Rusia Dukung Penuh Rezim Maduro
Selasa, 23 Desember 2025 - 06:57 WIB
loading...
Venezuela sedang dikepung kapal-kapal perang AS dan terancam diinvasi. Rusia memberikan dukungan penuh kepada rezim Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/The War Zone
A
A
A
CARACAS - Rusia menegaskan kembali dukungan dan solidaritas penuhnya kepada rezim Presiden Nicolas Maduro yang berkuasa di Venezuela ketika negara Amerika Latin itu dikepung sejumlah kapal perang Amerika Serikat (AS). Negara sosialis pemilik cadangan minyak terbesar di duniatersebut sedang terancam diinvasi militer Washington.
Washington telah mengerahkan sejumlah kapal perang ke dekat Venezuela sejak September lalu, dan telah menyerang kapal-kapal yang diklaim terlibat dalam perdagangan narkoba dengan dukungan pemerintah Maduro.
Militer Amerika juga telah memblokade kapal-kapal tanker minyak yang masuk atau keluar negara tersebut.
Baca Juga: AS Rampas Kapal Tanker Minyak Kedua di Lepas Pantai Venezuela, Situasi Makin Panas
Caracas secara konsisten membantah klaim Washington, menuduh balik AS merencanakan perubahan rezim untuk mendapatkan akses ke sumber daya alam Venezuela.
Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil, di mana diplomat Rusia tersebut menyatakan keprihatinan serius atas tindakan Washington yang semakin meningkat di Laut Karibia.
"Peningkatan kekuatan militer AS dapat menimbulkan konsekuensi yang luas bagi kawasan tersebut dan menciptakan ancaman terhadap navigasi maritim internasional," kata Kementerian Luar Negeri Rusia menyimpulkan hasil percakapan telepon Lavrov dan Gil.
"Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan solidaritas teguh Rusia kepada rakyat Venezuela dan kepada Presiden Nicolas Maduro Moros, dan menegaskan kembali dukungan penuhnya dalam menghadapi permusuhan terhadap negara kami," kata Yvan Gil di Telegram setelah melakukan panggilan telepon tersebut, seperti dikutip AFP, Selasa (23/12/2025).
Selama akhir pekan, beberapa media, mengutip pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Penjaga Pantai AS sedang aktif mengejar sebuah kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di perairan internasional di Laut Karibia. Selama dua minggu terakhir, pasukan AS telah menyita dua kapal tanker minyak di dekat Venezuela.
Sejak September, Angkatan Laut AS telah menghancurkan beberapa kapal di lepas pantai negara Amerika Latin tersebut yang diklaim membawa narkoba. Presiden AS Donald Trump juga mengancam bahwa serangan darat dapat terjadi segera.
Venezuela telah menggambarkan penyitaan kapal tanker minyak di lepas pantainya oleh Angkatan Laut AS sebagai “tindakan pembajakan", dan menuduh Washington berupaya untuk memasang “pemerintahan boneka” di Caracas.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela dan menegaskan kembali dukungannya terhadap tekad pemerintah Maduro untuk membela kepentingan nasional dan kedaulatan terhadap tekanan asing.
Awal bulan ini, Kementerian Luar Negeri China juga mendukung Caracas. "Beijing menentang semua tindakan unilateralisme dan intimidasi," katanya.
Washington telah mengerahkan sejumlah kapal perang ke dekat Venezuela sejak September lalu, dan telah menyerang kapal-kapal yang diklaim terlibat dalam perdagangan narkoba dengan dukungan pemerintah Maduro.
Militer Amerika juga telah memblokade kapal-kapal tanker minyak yang masuk atau keluar negara tersebut.
Baca Juga: AS Rampas Kapal Tanker Minyak Kedua di Lepas Pantai Venezuela, Situasi Makin Panas
Caracas secara konsisten membantah klaim Washington, menuduh balik AS merencanakan perubahan rezim untuk mendapatkan akses ke sumber daya alam Venezuela.
Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil, di mana diplomat Rusia tersebut menyatakan keprihatinan serius atas tindakan Washington yang semakin meningkat di Laut Karibia.
"Peningkatan kekuatan militer AS dapat menimbulkan konsekuensi yang luas bagi kawasan tersebut dan menciptakan ancaman terhadap navigasi maritim internasional," kata Kementerian Luar Negeri Rusia menyimpulkan hasil percakapan telepon Lavrov dan Gil.
"Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan solidaritas teguh Rusia kepada rakyat Venezuela dan kepada Presiden Nicolas Maduro Moros, dan menegaskan kembali dukungan penuhnya dalam menghadapi permusuhan terhadap negara kami," kata Yvan Gil di Telegram setelah melakukan panggilan telepon tersebut, seperti dikutip AFP, Selasa (23/12/2025).
Selama akhir pekan, beberapa media, mengutip pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Penjaga Pantai AS sedang aktif mengejar sebuah kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di perairan internasional di Laut Karibia. Selama dua minggu terakhir, pasukan AS telah menyita dua kapal tanker minyak di dekat Venezuela.
Sejak September, Angkatan Laut AS telah menghancurkan beberapa kapal di lepas pantai negara Amerika Latin tersebut yang diklaim membawa narkoba. Presiden AS Donald Trump juga mengancam bahwa serangan darat dapat terjadi segera.
Venezuela telah menggambarkan penyitaan kapal tanker minyak di lepas pantainya oleh Angkatan Laut AS sebagai “tindakan pembajakan", dan menuduh Washington berupaya untuk memasang “pemerintahan boneka” di Caracas.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela dan menegaskan kembali dukungannya terhadap tekad pemerintah Maduro untuk membela kepentingan nasional dan kedaulatan terhadap tekanan asing.
Awal bulan ini, Kementerian Luar Negeri China juga mendukung Caracas. "Beijing menentang semua tindakan unilateralisme dan intimidasi," katanya.
(mas)
Lihat Juga :