Mossad Israel di Balik Dilarangnya Hizbullah di Jerman
Senin, 04 Mei 2020 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Jerman telah membedakan antara faksi politik dan kelompok militan bersenjata Hizbullah, di mana negara itu melarang kegiatan sayap militan tetapi membiarkan kelompok itu beroperasi secara politik.
Para pejabat Jerman belum mengomentari laporan media Israel tersebut, atau laporan dugaan tingkat kerjasama antara badan intelijen Israel dan Jerman. Sumber Channel 12 menggambarkan Bruno Kahl, kepala Layanan Intelijen Federal Jerman (BND) sebagai "teman dekat" Mossad.
Dalam pernyataan Kamis pekan lalu, Kementerian Dalam Negeri Jerman mengumumkan bahwa kegiatan Hizbullah melanggar hukum pidana, dan untuk selanjutnya dilarang di tanah Jerman, termasuk karena seruan kekerasan untuk penghapusan negara Israel.
Larangan itu berarti Hizbullah tidak diperbolehkan untuk menampilkan simbolnya, berpartisipasi dalam demonstrasi, membuat atau mendistribusikan media cetak, audio serta visual, dan asetnya akan disita serta dihanguskan.
Larangan itu juga telah mendorong polisi Jerman untuk menggerebek beberapa asosiasi masjid Syiah yang dianggap terkait dengan kelompok itu untuk mengumpulkan bukti potensi kegiatan kriminal.
Israel dan kelompok-kelompok Yahudi memuji larangan yang dikeluarkan Jerman. Sedangkan Iran dan Suriah, yang telah bersekutu dengan Hizbullah dalam perang melawan gerilyawan dan kelompok teroris di Republik Arab Suriah dalam beberapa tahun terakhir, mengecam keputusan itu.
Para pejabat Jerman belum mengomentari laporan media Israel tersebut, atau laporan dugaan tingkat kerjasama antara badan intelijen Israel dan Jerman. Sumber Channel 12 menggambarkan Bruno Kahl, kepala Layanan Intelijen Federal Jerman (BND) sebagai "teman dekat" Mossad.
Dalam pernyataan Kamis pekan lalu, Kementerian Dalam Negeri Jerman mengumumkan bahwa kegiatan Hizbullah melanggar hukum pidana, dan untuk selanjutnya dilarang di tanah Jerman, termasuk karena seruan kekerasan untuk penghapusan negara Israel.
Larangan itu berarti Hizbullah tidak diperbolehkan untuk menampilkan simbolnya, berpartisipasi dalam demonstrasi, membuat atau mendistribusikan media cetak, audio serta visual, dan asetnya akan disita serta dihanguskan.
Larangan itu juga telah mendorong polisi Jerman untuk menggerebek beberapa asosiasi masjid Syiah yang dianggap terkait dengan kelompok itu untuk mengumpulkan bukti potensi kegiatan kriminal.
Israel dan kelompok-kelompok Yahudi memuji larangan yang dikeluarkan Jerman. Sedangkan Iran dan Suriah, yang telah bersekutu dengan Hizbullah dalam perang melawan gerilyawan dan kelompok teroris di Republik Arab Suriah dalam beberapa tahun terakhir, mengecam keputusan itu.
Lihat Juga :