Lukashenko Akui Rudal Oreshnik Rusia Dikerahkan di Belarusia

Jum'at, 19 Desember 2025 - 19:25 WIB
loading...
Lukashenko Akui Rudal...
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Foto/anadolu
A A A
MINSK - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengakui negaranya telah mengerahkan sistem rudal Oreshnik Rusia dan "sekarang dalam keadaan siaga tempur."

“Posisi pertama telah dilengkapi untuk sistem rudal Oreshnik. Sistem ini dikerahkan kemarin dan sekarang dalam keadaan siaga tempur,” ungkap Lukashenko mengumumkan dalam pidato kepada bangsa pada Sidang Majelis Rakyat Seluruh Belarusia ke-7 di Minsk, yang disiarkan langsung kantor berita negara Belta pada Kamis (18/12/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan lebih dari sebulan setelah Lukashenko mengatakan sistem rudal buatan Rusia akan ditempatkan dalam keadaan siaga tempur pada bulan Desember, dengan menyatakan pengerahan tersebut dimaksudkan untuk memberi sinyal bahwa Minsk “dapat menyerang jika keadaan menjadi sulit.”

Sebelumnya, ia mengatakan pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Belarusia pada bulan Juli bahwa ia dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat sistem tersebut akan dikerahkan pada akhir tahun.

Rudal Oreshnik pertama kali digunakan pada November 2024, ketika Moskow mengatakan telah menyerang satu pabrik di kota Dnipro, Ukraina, sebagai tanggapan atas penggunaan senjata jarak jauh yang dipasok Barat oleh Kyiv di wilayah Rusia.

Minsk mengatakan pada bulan September bahwa pasukan Rusia dan Belarusia berlatih perencanaan penggunaan senjata nuklir non-strategis dan penempatan Oreshnik selama latihan gabungan Zapad-2025 yang diadakan di negara tersebut.

Pada Maret 2023, Putin mengumumkan Rusia akan mengerahkan senjata nuklir taktis dan menyelesaikan pembangunan fasilitas penyimpanan khusus di negara tetangga Belarusia.

Pertemuan dengan Trump


Dalam pidatonya, Lukashenko juga mengatakan Belarusia telah mulai membangun dialog yang "konstruktif" tetapi "sangat sulit" dengan AS.

"Semuanya bergerak, seperti yang mereka katakan, menuju kesepakatan besar... semuanya bergerak menuju kenyataan bahwa kita harus bertemu dengan (Presiden AS Donald) Trump dan mencapai kesepakatan," ujar dia, seraya mencatat Washington, di pihaknya, menjamin pencabutan semua sanksi.

"Mereka mengerti mengapa kita atau Rusia menindas terkait dolar ini? Anda (AS) ingin mempertahankan dolar sebagai mata uang cadangan, bukan? Jadi mengapa Anda melakukan ini? Trump memahami ini... Oleh karena itu, kebenaran ada di pihak kita, dan waktu akan menempatkan semuanya pada tempatnya," ungkapnya lebih lanjut.

Lukashenko mengisyaratkan Trump mungkin akan menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2026 dan Minsk dan Washington sedang membahas pembukaan kembali Kedutaan Besar AS di Belarus, tetapi mencatat mereka belum sepakat tentang siapa yang akan menyediakan keamanan untuk misi tersebut.

"Mereka (AS) berkata, 'Lihat, Marinir, ini kebijakan kami: orang-orang kami seharusnya menjaga kedutaan.' Saya berkata, 'Terima kasih, tetapi tidak, kami akan meminta (Menteri Dalam Negeri Ivan) Kubrakov untuk menyediakan keamanan... Kami tidak membutuhkan Marinir.' Mereka sedang memikirkannya," lanjutnya.

Ia juga menggambarkan Uni Eropa sebagai salah satu dari empat "kutub kekuatan" di dunia setelah AS, Rusia, dan China.

"Tetapi mengingat gejolak internal dan tuntutan histeris mereka, kutub ini bisa runtuh!" dia menambahkan.

Baca juga: 7.000 Petani Bentrok dengan Polisi di Kantor Pusat Uni Eropa, 1.000 Traktor Lumpuhkan Kota
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved