Qatar Berunding dengan AS untuk Beli Jet Tempur F-35

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:30 WIB
loading...
Qatar Berunding dengan...
Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menyambut Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
DOHA - Qatar mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) tentang pembelian pesawat tempur canggih F-35, menurut laporan media Israel.

Upaya Qatar untuk menghidupkan kembali upaya lima tahun lalu untuk membeli jet tempur tercanggih AS ini muncul setelah Trump mengatakan pada November bahwa ia akan menjual F-35 kepada Arab Saudi yang memiliki kaliber yang sama dengan milik Israel.

Saluran berita Channel 12 Israel, yang melaporkan tawaran Qatar, mengatakan Israel prihatin dengan diskusi tersebut, yang tampaknya masih bersifat pendahuluan.

Jika pembicaraan berlanjut, Qatar akan bergabung dengan Arab Saudi dan Turki dalam upaya memperoleh F-35, yang saat ini hanya dioperasikan Israel.

Pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah secara aktif melobi AS untuk menentang penjualan ke Turki dan Arab Saudi, seperti yang dilaporkan Middle East Eye. Presiden AS Donald Trump telah secara terbuka mengkonfirmasi upaya tersebut.

Trump berjanji Arab Saudi dan Israel akan diperlakukan sebagai mitra setara dalam hal F-35 dalam pertemuan di Ruang Oval dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada bulan November.

"Saya tahu mereka (Israel) ingin Anda (Arab Saudi) mendapatkan pesawat dengan kaliber yang lebih rendah. Saya rasa itu tidak membuat Anda terlalu senang… Saya pikir mereka (Arab Saudi dan Israel) sama-sama berada pada level di mana mereka seharusnya mendapatkan yang terbaik," ujar Trump.

Turki


Arab Saudi memiliki peluang lebih baik untuk mendapatkan pesawat tempur tersebut daripada Turki, untuk saat ini.

Kerajaan tersebut juga sedang menunggu persetujuan perjanjian pertahanan utama yang menurut pejabat AS kepada MEE akan mempercepat penjualan senjata.

Meskipun Ankara tidak pernah mengoperasikan F-35, mereka dikeluarkan dari program produksi bersama pesawat tempur tersebut pada tahun 2019 setelah membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

Pada tahun 2020, Turki dimasukkan dalam amandemen RUU pertahanan AS yang melarangnya menerima F-35 kecuali presiden AS menyatakan Turki tidak lagi memiliki sistem pertahanan udara Rusia tersebut.

Pada hari Rabu, Bloomberg melaporkan Turki berupaya mengembalikan S-400 ke Rusia karena ingin membeli F-35.

Netanyahu melobi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk menentang penjualan F-35 ke Turki awal tahun ini, ungkap MEE.

Turki dan Israel telah berselisih mengenai Suriah dan pernyataan Ankara tentang dukungan untuk Palestina.

Demikian pula, hubungan antara Israel dan Qatar merosot ke titik terendah dalam sejarah pada bulan September ketika Israel menyerang negosiator Hamas di Doha.

Channel 12 melaporkan para pejabat Israel prihatin tentang pembicaraan AS-Qatar.

Sebagai tanggapan, Israel sedang merumuskan serangkaian permintaan untuk membeli dua skuadron tambahan pesawat tempur canggih - satu skuadron F-35 dan satu skuadron F-15I - di samping amunisi canggih dan sistem terkait.

Baca juga: Hotel Jepang Tolak Reservasi dari Warga Israel karena Tindakan pada Rakyat Palestina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Berita Terkini
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved