Dituduh sebagai Milisi al-Shabaab, Wanita Telanjang Dieksekusi Secara Mengerikan

loading...
Dituduh sebagai Milisi al-Shabaab, Wanita Telanjang Dieksekusi Secara Mengerikan
Para pria bersenjata dan berseragam militer mengejar seorang wanita telanjang sebelum akhirnya mengeksekusi dengan tembakan di Mozambik. Foto/iol.co.za
A+ A-
MAPUTO - Seorang wanita telanjang di Mozambik dieksekusi secara mengerikan oleh sekelompok pria berseragam militer. Korban dikejar dan dipukuli dengan tongkat setelah dituduh sebagai anggota kelompok al-Shabaab.

Video eksekusi brutal itu viral di media sosial. Pemerintah dan militer Mozambik mengutuk eksekusi tersebut, namun para pejabat menepis bahwa para eksekutor adalah tentara pemerintah. (Baca Juga :BPJS Watch: Gaji Pekerja yang Sakit COVID-19 Harus Dibayar Penuh)

Video yang tersebar luas di media sosial memperlihatkan para pria bersenjata mengejar dan memukuli wanita yang telah dilucuti pakaiannya. Mereka memukulinya dengan tongkat dan meneriakinya dalam bahasa Portugis, menuduhnya sebagai anggota kelompok jihadis al-Shabaab. (Baca: 2 Teroris ISIS Ini Takut Masuk Penjara Horor AS yang Dijuluki 'Neraka di Bumi')

Para pria kemudian melepaskan tembakan, menembak mati wanita itu. Identitas orang-orang dalam video tersebut masih belum diketahui. (Baca juga :Tepati Janji, Li Meng Yan Rilis Bukti Covid-19 Dibuat di Lab Militer Komunis China)

Kementerian Pertahanan setempat menyerukan penyelidikan instan terhadap gambar-gambar mengerikan itu.

"Pasukan pertahanan dan keamanan menegaskan kembali bahwa kami tidak setuju dengan tindakan biadab yang mendukung pelanggaran hak asasi manusia," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Selasa (15/9/2020).



Pada Mei lalu, kelompok hak asasi manusia Amnesty International memperoleh video yang diduga memperlihatkan tentara melecehkan tahanan yang telah ditangkap karena dicurigai sebagai anggota kelompok militan.

Pekan lalu, Amnesty menuduh militer Mozambik menyiksa tersangka ekstremis di wilayah utara Cabo Delgado. Para pejabat membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan bahwa para jihadis melakukan kekerasan dengan menyamar sebagai pasukan pemerintah. (Baca juga: Partai Komunis China Nyatakan Siap Perang dengan Negara ASEAN dan AS)

Kelompok militan telah melancarkan serangkaian serangan di utara negara itu selama tiga tahun terakhir. Tahun lalu, salah satu kelompok utama di balik pemberontakan itu bersumpah setia kepada ISIS.

Wilayah itu dikenal sebagai rumah bagi salah satu proyek gas alam cair terbesar di Afrika. Bulan lalu, para jihadis merebut pelabuhan strategis Mocimboa de Praia, di mana ada rencana untuk mengembangkan ladang gas lepas pantai.
(min)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top