PM Australia Jenguk Muslim yang Melawan Penembak Massal: Ahmed, Anda Pahlawan!
Selasa, 16 Desember 2025 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Ahmed telah menerjang salah satu penembak massal selama tragedi mengerikan pada Minggu petang di Pantai Bondi, Sydney. Dia melucuti senjata pelaku meskipun sudah tertembak dua kali.
Penembakan massal oleh dua pria bersenjata ini dimulai sekitar pukul 18.45 selama perayaan Hanukkah oleh komunitas Yahudi. Kedua pelaku, Sajid Akram (50) dan Naveed Akram (24), merupakan pasangan ayah dan anak asal Pakistan. Sajid ditembak mati oleh polisi dalam baku tembak, sedangkan Naveed terluka parah.
Total 16 orang tewas dalam tragedi tersebut, termasuk Sajid Akram.
Di tengah-tengah penembakan, Ahmed muncul dan menghadapi salah satu penyerang dan merebut senapannya.
Berbicara kepada wartawan setelah bertemu Ahmed, PM Albanese mengatakan tindakan "sang pahlawan" mencerminkan nilai-nilai bangsa dan mengirimkan pesan persatuan yang kuat dalam menghadapi teror.
"Kita adalah negara yang berani. Ahmed Al Ahmed mewakili yang terbaik dari negara kita," kata Albanese. "Kita tidak akan membiarkan negara ini terpecah belah. Itulah yang diinginkan teroris. Kita akan bersatu, kita akan saling merangkul dan kita akan melewati ini," imbuh dia.
Penembakan massal oleh dua pria bersenjata ini dimulai sekitar pukul 18.45 selama perayaan Hanukkah oleh komunitas Yahudi. Kedua pelaku, Sajid Akram (50) dan Naveed Akram (24), merupakan pasangan ayah dan anak asal Pakistan. Sajid ditembak mati oleh polisi dalam baku tembak, sedangkan Naveed terluka parah.
Total 16 orang tewas dalam tragedi tersebut, termasuk Sajid Akram.
Di tengah-tengah penembakan, Ahmed muncul dan menghadapi salah satu penyerang dan merebut senapannya.
Berbicara kepada wartawan setelah bertemu Ahmed, PM Albanese mengatakan tindakan "sang pahlawan" mencerminkan nilai-nilai bangsa dan mengirimkan pesan persatuan yang kuat dalam menghadapi teror.
"Kita adalah negara yang berani. Ahmed Al Ahmed mewakili yang terbaik dari negara kita," kata Albanese. "Kita tidak akan membiarkan negara ini terpecah belah. Itulah yang diinginkan teroris. Kita akan bersatu, kita akan saling merangkul dan kita akan melewati ini," imbuh dia.
Lihat Juga :