PM Australia Jenguk Muslim yang Melawan Penembak Massal: Ahmed, Anda Pahlawan!
Selasa, 16 Desember 2025 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun terkena beberapa peluru dan berjuang melawan rasa sakit, sang pahlawan, yang berusia 40-an tahun, dilaporkan mengatakan kepada pengacara migrasinya, Sam Issa, bahwa dia akan melakukannya lagi.
"Dia tidak menyesali apa yang telah dilakukannya," kata Issa kepada The Age, setelah mengunjungi Ahmed di Rumah Sakit St George di Kogarah.
"Dia mengatakan akan melakukannya lagi. Tetapi rasa sakit mulai membebaninya. Dia sama sekali tidak sehat. Tubuhnya penuh dengan luka tembak. Pahlawan kita sedang berjuang saat ini," imbuh pengacara itu.
Ahmed menderita beberapa luka, terutama di lengan kirinya, dengan satu peluru bersarang di tulang belikat kirinya yang belum dikeluarkan. Pengacaranya menyatakan kekhawatiran bahwa Ahmed mungkin kehilangan lengan kirinya karena parahnya luka-luka tersebut.
Ahmed, seorang Muslim kelahiran Suriah yang tiba di Australia pada tahun 2006, diberikan kewarganegaraan pada tahun 2022 setelah permohonan sebelumnya ditolak karena tuduhan hukum kecil yang kemudian dibatalkan. Issa mengatakan dia akan mendorong agar orang tua Ahmed yang sudah lanjut usia diberikan kewarganegaraan sebagai pengakuan atas keberanian putra mereka.
Baik PM Anthony Albanese maupun PM New South Wales Chris Minns secara terbuka memuji keberanian Ahmed. Kepahlawanannya juga memicu dukungan publik yang besar, dengan lebih dari 5.700 donor mengumpulkan lebih dari USD570.000 melalui kampanye GoFundMe, termasuk sumbangan sebesar USD100.000 dari miliarder AS Bill Ackman.
"Dia tidak menyesali apa yang telah dilakukannya," kata Issa kepada The Age, setelah mengunjungi Ahmed di Rumah Sakit St George di Kogarah.
"Dia mengatakan akan melakukannya lagi. Tetapi rasa sakit mulai membebaninya. Dia sama sekali tidak sehat. Tubuhnya penuh dengan luka tembak. Pahlawan kita sedang berjuang saat ini," imbuh pengacara itu.
Ahmed menderita beberapa luka, terutama di lengan kirinya, dengan satu peluru bersarang di tulang belikat kirinya yang belum dikeluarkan. Pengacaranya menyatakan kekhawatiran bahwa Ahmed mungkin kehilangan lengan kirinya karena parahnya luka-luka tersebut.
Ahmed, seorang Muslim kelahiran Suriah yang tiba di Australia pada tahun 2006, diberikan kewarganegaraan pada tahun 2022 setelah permohonan sebelumnya ditolak karena tuduhan hukum kecil yang kemudian dibatalkan. Issa mengatakan dia akan mendorong agar orang tua Ahmed yang sudah lanjut usia diberikan kewarganegaraan sebagai pengakuan atas keberanian putra mereka.
Baik PM Anthony Albanese maupun PM New South Wales Chris Minns secara terbuka memuji keberanian Ahmed. Kepahlawanannya juga memicu dukungan publik yang besar, dengan lebih dari 5.700 donor mengumpulkan lebih dari USD570.000 melalui kampanye GoFundMe, termasuk sumbangan sebesar USD100.000 dari miliarder AS Bill Ackman.
(mas)
Lihat Juga :