Penembakan Massal Guncang Universitas Brown AS, 2 Tewas, 8 Luka
Minggu, 14 Desember 2025 - 08:34 WIB
loading...
Penembakan massal guncang Universitas Brown di Amerika Serikat. Dua orang tewas dan delapan lainnya terluka. Foto/CNN
A
A
A
PROVIDENCE - Dua orang tewas dan delapan lainnya terluka dalam penembakan massal di gedung teknik Universitas Brown di Providence, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu sore waktu setempat. Serangan ini memicu peringatan untuk berlindung di tempat di kampus Ivy League dan pencarian besar-besaran terhadap pelaku penembakan sedang berlangsung.
Wali Kota Providence Brett Smiley mengonfirmasi dalam konferensi pers yang dimulai tak lama setelah pukul 18.30 bahwa setidaknya dua orang tewas dengan minimal delapan orang lainnya terluka dan dalam kondisi kritis tetapi stabil di Rumah Sakit Rhode Island.
Baca Juga: 3 Pria Bersenjata Tembaki 25 Orang yang Sedang Minum Alkohol, 11 Tewas Termasuk Anak 3 Tahun
Smiley tidak dapat mengungkapkan apakah para korban adalah mahasiswa Universitas Brown.
“Angka-angka ini mungkin berubah,” kata Smiley. “Kita masih berada di jam-jam awal," katanya lagi, seperti dikutip dari Rhode Island Current, Minggu (14/12/2025).
Penembakan di Gedung Tekenik Barus & Holley di Brook Street terjadi saat ujian akhir berlangsung antara pukul 14.00 hingga 17.00, kata Rektor Universitas Brown Francis J Doyle III.
Komandan Kepolisian Providence, Tim O’Hara, menggambarkan tersangka sebagai seorang pria yang mengenakan pakaian hitam. Tersangka telah meninggalkan sisi Hope Street gedung teknik tersebut. O’Hara mengatakan bahwa polisi tidak mengetahui jenis senjata apa yang digunakan.
Menuurutnya, bukti forensik dan keterangan saksi mata sedang digunakan untuk mengidentifikasi tersangka, dan polisi terutama mengandalkan bukti video saat ini.
“Yang bisa saya berikan hanyalah seorang pria, berpakaian serba hitam, saat ini,” kata O’Hara tentang tersangka.
Tersangka berjalan menjauh dari area tersebut, dan penegak hukum tidak yakin ke mana dia pergi hingga pukul 18.50.
Smiley mengatakan Biro Investigasi Federal (FBI) dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) AS juga terlibat dalam penyelidikan.
Gubernur Dan McKee ikut berbicara pada konferensi pers Sabtu malam. “Jadi, hal yang tak terbayangkan telah terjadi,” kata McKee.
Kepala Pemadam Kebakaran Providence, Derek Silva, mengatakan departemen pemadam kebakaran pertama kali diberitahu tentang penembakan tersebut pada pukul 16.05 sore.
Brown mengirimkan peringatan darurat pertamanya pada pukul 16.22 sore, yang mencatat “penembak aktif di dekat Gedung Teknik Barus & Holley.” Peringatan tersebut memperingatkan komunitas kampus untuk mengunci pintu, mematikan telepon, dan tetap bersembunyi sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Peringatan itu juga menyarankan pilihan untuk berlari, bersembunyi, atau, melawan, sebagai upaya terakhir.
Sementara itu, informasi yang simpang siur menyebutkan seorang tersangka telah ditahan. Bahkan, Presiden AS Donald Trump juga membagikan informasi itu. "Tersangka telah ditahan," tulis Trump di Truth Social. "Semoga Tuhan memberkati para korban dan keluarga para korban!"
Namun, tak lama kemudian, Trump menyampaikan klarifikasi. "Kepolisian Universitas Brown membatalkan pernyataan mereka sebelumnya—Tersangka belum ditahan."
“Kami sangat menyesal menyampaikan bahwa kami telah menerima laporan tentang beberapa korban penembakan, tetapi kami belum dapat menyampaikan kondisi mereka,” tulis Universitas Brown dalam pernyataan. “Mereka telah dibawa ke rumah sakit setempat.”
Wali Kota Providence Brett Smiley mengonfirmasi dalam konferensi pers yang dimulai tak lama setelah pukul 18.30 bahwa setidaknya dua orang tewas dengan minimal delapan orang lainnya terluka dan dalam kondisi kritis tetapi stabil di Rumah Sakit Rhode Island.
Baca Juga: 3 Pria Bersenjata Tembaki 25 Orang yang Sedang Minum Alkohol, 11 Tewas Termasuk Anak 3 Tahun
Smiley tidak dapat mengungkapkan apakah para korban adalah mahasiswa Universitas Brown.
“Angka-angka ini mungkin berubah,” kata Smiley. “Kita masih berada di jam-jam awal," katanya lagi, seperti dikutip dari Rhode Island Current, Minggu (14/12/2025).
Penembakan di Gedung Tekenik Barus & Holley di Brook Street terjadi saat ujian akhir berlangsung antara pukul 14.00 hingga 17.00, kata Rektor Universitas Brown Francis J Doyle III.
Komandan Kepolisian Providence, Tim O’Hara, menggambarkan tersangka sebagai seorang pria yang mengenakan pakaian hitam. Tersangka telah meninggalkan sisi Hope Street gedung teknik tersebut. O’Hara mengatakan bahwa polisi tidak mengetahui jenis senjata apa yang digunakan.
Menuurutnya, bukti forensik dan keterangan saksi mata sedang digunakan untuk mengidentifikasi tersangka, dan polisi terutama mengandalkan bukti video saat ini.
“Yang bisa saya berikan hanyalah seorang pria, berpakaian serba hitam, saat ini,” kata O’Hara tentang tersangka.
Tersangka berjalan menjauh dari area tersebut, dan penegak hukum tidak yakin ke mana dia pergi hingga pukul 18.50.
Smiley mengatakan Biro Investigasi Federal (FBI) dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) AS juga terlibat dalam penyelidikan.
Gubernur Dan McKee ikut berbicara pada konferensi pers Sabtu malam. “Jadi, hal yang tak terbayangkan telah terjadi,” kata McKee.
Kepala Pemadam Kebakaran Providence, Derek Silva, mengatakan departemen pemadam kebakaran pertama kali diberitahu tentang penembakan tersebut pada pukul 16.05 sore.
Brown mengirimkan peringatan darurat pertamanya pada pukul 16.22 sore, yang mencatat “penembak aktif di dekat Gedung Teknik Barus & Holley.” Peringatan tersebut memperingatkan komunitas kampus untuk mengunci pintu, mematikan telepon, dan tetap bersembunyi sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Peringatan itu juga menyarankan pilihan untuk berlari, bersembunyi, atau, melawan, sebagai upaya terakhir.
Sementara itu, informasi yang simpang siur menyebutkan seorang tersangka telah ditahan. Bahkan, Presiden AS Donald Trump juga membagikan informasi itu. "Tersangka telah ditahan," tulis Trump di Truth Social. "Semoga Tuhan memberkati para korban dan keluarga para korban!"
Namun, tak lama kemudian, Trump menyampaikan klarifikasi. "Kepolisian Universitas Brown membatalkan pernyataan mereka sebelumnya—Tersangka belum ditahan."
“Kami sangat menyesal menyampaikan bahwa kami telah menerima laporan tentang beberapa korban penembakan, tetapi kami belum dapat menyampaikan kondisi mereka,” tulis Universitas Brown dalam pernyataan. “Mereka telah dibawa ke rumah sakit setempat.”
(mas)
Lihat Juga :