Trump Marah 2 Tentara AS Dihabisi ISIS di Suriah, Berjanji Akan Balas Dendam

Minggu, 14 Desember 2025 - 08:05 WIB
loading...
Trump Marah 2 Tentara...
Presiden Donald Trump marah setelah 2 tentara AS dan 1 warga sipil AS ditembak mati seorang anggota ISIS di Suriah. Trump berjanji akan balas dendam. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump marah dan berjanji akan membalas dendam terhadap kelompok Islamic State atau ISIS setelah seorang pria bersenjata dari kelompok itu menembak mati tiga warga Amerika Serikat (AS), yakni dua tentara dan seorang penerjemah sipil. Serangan yang juga melukai tiga tentara AS lainnya itu terjadi hari Sabtu.

"Kami berduka atas kehilangan tiga patriot Amerika yang hebat di Suriah, dua tentara, dan satu penerjemah Sipil. Demikian pula, kami berdoa untuk tiga tentara yang terluka yang, baru saja dikonfirmasi, dalam keadaan baik," tulis Trump di Truth Social.

"Ini adalah serangan ISIS terhadap AS dan Suriah, di bagian Suriah yang sangat berbahaya, yang tidak sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, sangat marah dan terganggu oleh serangan ini. Akan ada pembalasan yang sangat serius. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" lanjut Trump, seperti dikutip Newsweek, Minggu (14/12/2025).

Baca Juga: Seorang Anggota ISIS Tembak Mati 2 Tentara AS dan 1 Warga Sipil di Suriah

Menteri Perang AS Pete Hegseth sebelumnya mengkonfirmasi serangan tersebut serta kematian para anggota militer dan pelaku penembakan yang tewas oleh "pasukan mitra".

Hegseth dalam unggahannya di X menekankan, "Jika Anda menargetkan orang Amerika—di mana pun di dunia—Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda yang singkat dan penuh kecemasan dengan mengetahui bahwa Amerika Serikat akan memburu Anda, menemukan Anda, dan membunuh Anda tanpa ampun."

Tiga anggota militer lainnya yang terluka dibawa dengan helikopter ke garnisun al-Tanf di dekat perbatasan dengan Irak dan Yordania untuk menerima perawatan.

Komando Pusat (CENTCOM) AS dalam sebuah unggahan di X, menyatakan: "Pada 13 Desember, dua anggota militer AS dan satu warga sipil AS tewas, dan tiga anggota militer terluka, akibat penyergapan oleh seorang penembak ISIS di Suriah. Penembak itu terlibat baku tembak dan tewas. Sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga dan sesuai dengan kebijakan Departemen Perang, identitas para anggota militer akan dirahasiakan hingga 24 jam setelah keluarga terdekat mereka diberitahu."

Tumbangnya rezim Presiden Bashar al-Assad pada akhir tahun lalu menciptakan peluang bagi AS dan Suriah untuk memulai lagi hubungan diplomatik, karena kepemimpinan baru di negara itu berupaya menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Pentagon untuk membangun kerja sama keamanan yang lebih kuat.

Pemerintah sementara Suriah di bawah Ahmed al-Sharaa dan pasukan militernya telah berkomitmen untuk membantu AS memerangi keberadaan ISIS. Ratusan pasukan AS dikerahkan di Suriah timur sebagai bagian dari koalisi untuk memerangi organisasi teroris tersebut dan mendapati diri mereka berada di tengah-tengah perubahan yang kompleks di negara yang rentan.

Pada tahun 2019, ISIS dikalahkan di medan perang di Suriah, tetapi sel-sel tidur kelompok tersebut masih melakukan serangan mematikan di negara itu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan kelompok tersebut masih memiliki antara 5.000 dan 7.000 milisi di Suriah dan Irak.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved