Turis ke AS Bisa Diwajibkan Ungkap Riwayat Media Sosial 5 Tahun Terakhir

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:46 WIB
loading...
Turis ke AS Bisa Diwajibkan...
Penumpang pesawat melewati petugas imigrasi di Bandara Internasional Dulles di AS. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Para turis ke Amerika Serikat (AS) mungkin diwajibkan memberikan riwayat media sosial mereka selama lima tahun terakhir untuk memasuki negara tersebut. Aturan ini ada dalam proposal baru yang diusulkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Pemberitahuan proposal tersebut, yang diterbitkan dalam publikasi pemerintah Federal Register pada hari Selasa, juga akan mewajibkan pengunjung ke AS untuk memberikan riwayat nomor telepon pribadi, bisnis, dan anggota keluarga selama lima tahun terakhir; riwayat alamat email pribadi dan bisnis selama sepuluh tahun terakhir; dan alamat anggota keluarga.

Aturan tersebut akan berlaku untuk semua pengunjung baru, terlepas dari apakah mereka berasal dari negara yang memerlukan visa atau memiliki perjanjian Sistem Elektronik untuk Otorisasi Perjalanan (ESTA), seperti Inggris.

Pemberitahuan tersebut diterbitkan di Federal Register oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP), lembaga di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Publik dan lembaga federal memiliki waktu 60 hari untuk memberikan komentar tentang rencana tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
Hindari Duel, Pilot...
Hindari Duel, Pilot AS Ungkap F-22 Bisa Kalah dari Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved