Perang Thailand dan Kamboja Memasuki Hari Keempat, Korban Terus Bertambah

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:36 WIB
loading...
Perang Thailand dan...
Perang Kamboja dan Thailand terus memakan banyak korban jiwa dan terluka. Foto/aljazeera
A A A
BANGKOK - Pertempuran yang kembali memanas antara Thailand dan Kamboja telah memasuki hari keempat, dengan jumlah korban tewas meningkat di kedua pihak. Kedua negara saling menuduh melanggar hukum internasional sambil menunggu panggilan telepon yang dijanjikan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Tiga warga sipil Thailand tewas akibat pertempuran sengit yang terus berlanjut di sepanjang perbatasan negara itu, kata militer Thailand pada hari Kamis, menandai korban jiwa sipil pertama di negara itu sejak pertempuran kembali terjadi.

“Delapan tentara Thailand juga tewas dalam pertempuran sejauh ini pekan ini, dengan 80 lainnya terluka,” ungkap militer Thailand.

Kementerian Dalam Negeri Kamboja mengatakan, hingga Rabu, jumlah korban tewas di sisi perbatasan Kamboja mencapai 10 warga sipil, termasuk satu bayi, sementara 60 orang terluka.

Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja menuduh militer Thailand melakukan banyak serangan di dalam negeri pada dini hari Kamis, termasuk mengerahkan tank dan artileri untuk menyerang target di provinsi Pursat, Banteay Meanchey, dan Oddar Meanchey.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
Tim Kedua Kami adalah...
Tim Kedua Kami adalah Iran, Kisah Solidaritas yang Mengharukan di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved