Jet Tempur F-16 Thailand Bombardir Kamboja, Lenyapkan Kasino

Selasa, 09 Desember 2025 - 13:12 WIB
loading...
Jet Tempur F-16 Thailand...
Serangan udara jet tempur F-16 Thailand melenyapkan gedung kasino yang digunakan sebagai pusat komando pesawat nirawak Kamboja. Foto/Facebook Angkatan Darat Thailand via Bangkok Post
A A A
BANGKOK - Sebuah jet tempur F-16 Thailand telah membombardir wilayah Kamboja di perbatasan. Dalam serangan hari Senin tersebut, sebuah kasino yang digunakan sebagai stasiun kendali pesawat nirawak Kamboja lenyap.

Angkatan Darat Kerajaan Thailand pada Selasa (9/12/2025) mengumumkan target serangan udara tersebut. Angkatan Udara, lanjut pengumuman itu, kini menargetkan pangkalan roket Kamboja yang mengancam masyarakat sipil Thailand.

Juru bicara Angkatan Darat Mayor Jenderal Winthai Suvaree mengatakan bahwa kasino yang dilenyapkan itu selama ini berfungsi sebagai pusat komando militer Kamboja di seberang perbatasan dari Chong An Ma di distrik Nam Yuen, Ubon Ratchathani.

Baca Juga: Thailand Bombardir Kamboja Dipicu oleh Roket Buatan China

Winthai mengatakan serangan Kamboja pada Minggu sore menunjukkan niat yang jelas untuk merugikan Thailand, sehingga negara Gajah Putih itu tidak punya pilihan selain mempertahankan diri.

Respons Thailand, katanya, difokuskan pada penghancuran pangkalan roket Kamboja, yang menimbulkan risiko serius bagi personel militer dan warga sipil.

Tindakan ini diambil karena posisi-posisi tersebut telah jadi tempat operasional artileri dan amunisi yang dijatuhkan dari udara terhadap pasukan Thailand di pangkalan Anuphong, yang mengakibatkan satu tentara Thailand tewas dan dua lainnya terluka. "Tujuan utamanya adalah menghancurkan sebanyak mungkin sistem tembakan pendukung Kamboja," kata Winthai, seperti dikutip Bangkok Post.

Dia menambahkan bahwa Kamboja telah diamati meningkatkan kesiapan pasukannya, dengan indikasi bahwa pasukan Kamboja telah mengidentifikasi koordinat serangan jarak jauh yang lebih dalam di wilayah Thailand—termasuk area di dekat Bandara Buriram dan di dekat rumah sakit di Distrik Prasat di Surin, yang terletak 30 kilometer dari perbatasan.

"Penggunaan kekuatan udara Thailand diarahkan secara eksklusif pada target militer Kamboja, dengan upaya yang dilakukan untuk membatasi cakupan kerusakan dan mencegah serangan dukungan tembakan Kamboja lebih lanjut yang telah menyebabkan korban jiwa di pihak Thailand," katanya, menjelaskan bahwa operasi semacam itu sangat presisi dan tidak memengaruhi warga sipil yang tinggal di zona konflik.

Marsekal Udara Chakkrit Thammawichai, juru bicara Angkatan Udara Kerajaan Thailand, menyampaikan bahwa operasi ini dilakukan bersama dengan Satuan Tugas Suranaree sebagai tanggapan atas tindakan militer Kamboja yang menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan Thailand, keselamatan penduduk yang tinggal di sepanjang perbatasan, dan personel militer yang beroperasi di wilayah tersebut.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul telah mengadakan pertemuan badan-badan keamanan nasional di Gedung Pemerintah pada hari Senin. Dia kemudian menyampaikan pidato yang disiarkan televisi melalui TV Pool di mana dia memberi tahu publik Thailand bahwa, sejak hari Minggu, bentrokan telah terjadi di beberapa lokasi di sepanjang perbatasan.

"Hari ini, Dewan Keamanan Nasional bersidang dan memutuskan bahwa pemerintah akan bertindak sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan Nasional—yaitu, untuk melakukan operasi militer dalam semua keadaan yang diperlukan yang timbul dari situasi tersebut," ujarnya.

Thailand, kata dia, tidak akan menoleransi pelanggaran kedaulatannya dan akan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip perdamaian, keamanan, dan kemanusiaan.

Anutin kemudian mengatakan bahwa Thailand tidak akan lagi membuka pintu untuk negosiasi dengan Kamboja. Dia mengatakan bahwa negosiasi tidak lagi diperlukan, karena peristiwa tersebut menunjukkan bahwa serangan tersebut bukanlah "sinyal" melainkan tindakan yang disengaja yang mengharuskan Thailand untuk merespons.

Menurutnya, dalam beberapa minggu terakhir, telah terjadi serangan yang dilancarkan terhadap wilayah sipil Thailand dan beberapa pangkalan militer Thailand. Oleh karena itu, Thailand memiliki kewajiban untuk menjaga kedaulatan dan keamanan rakyatnya.

Dia menekankan bahwa operasi militer adalah masalah strategi, dan detail operasional tidak dapat diungkapkan kepada publik tanpa menimbulkan dampak yang merugikan.

Dia menegaskan tidak akan ada negosiasi lebih lanjut karena Thailand telah diserang lebih dulu dalam beberapa kesempatan, dan ini adalah responsnya.

Anutin melanjutkan, Deklarasi Kuala Lumpur dengan jelas menetapkan masalah antara Thailand dan Kamboja harus diselesaikan, tetapi Thailand bukan satu-satunya pihak yang mundur.

"Mereka melakukan ini kepada kami, dan kami telah membalasnya," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved