Meski Ditekan AS, Zelensky Tetap Ogah Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia
Selasa, 09 Desember 2025 - 12:19 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Merz mengatakan bahwa momen saat ini bisa menjadi saat yang menentukan bagi semua pihak, menunjukkan bahwa invasi Rusia ke Ukraina tidak hanya menghancurkan negara itu, tetapi juga menimbulkan ancaman jangka panjang terhadap keamanan dan stabilitas semua negara di Eropa.
"Kita semua tahu bahwa nasib negara ini adalah nasib Eropa," katanya. "Jadi itulah alasan mengapa kita di sini mencoba mencari tahu apa yang bisa kita lakukan."
Kanselir Jerman itu mengaku skeptis terhadap beberapa ketentuan dalam proposal perdamaian yang dirancang oleh Amerika Serikat. "[Namun], kita harus membicarakannya. Itulah mengapa kita di sini," ujarnya.
Tiga pemimpin Eropa tersebut berharap untuk memperkuat posisi negosiasi Zelensky dalam menghadapi apa yang mereka anggap sebagai tuntutan yang tidak dapat diterima dari Presiden Rusia Vladimir Putin, termasuk soal wilayah Donbas.
Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News yang diterbitkan pada Senin pagi, Zelensky mengatakan bahwa negosiasi masih jauh dari kata sepakat mengenai isu-isu teritorial.
"Ada visi AS, Rusia, dan Ukraina—dan kami tidak memiliki pandangan yang sama tentang Donbas," ujarnya, merujuk pada wilayah Ukraina timur yang disengketakan.
Pada Minggu malam, Trump mengkritik Zelensky dengan mengeklaim bahwa pemimpin Ukraina tersebut belum membaca versi terbaru proposal perdamaian yang muncul dari perundingan berjam-jam antara negosiator Amerika dan Putin pekan lalu.
"Saya harus mengatakan bahwa saya sedikit kecewa karena Presiden Zelensky belum membaca proposal tersebut," kata Trump kepada para wartawan. "Rakyatnya menyukainya, tetapi dia belum."
"Kita semua tahu bahwa nasib negara ini adalah nasib Eropa," katanya. "Jadi itulah alasan mengapa kita di sini mencoba mencari tahu apa yang bisa kita lakukan."
Kanselir Jerman itu mengaku skeptis terhadap beberapa ketentuan dalam proposal perdamaian yang dirancang oleh Amerika Serikat. "[Namun], kita harus membicarakannya. Itulah mengapa kita di sini," ujarnya.
Tiga pemimpin Eropa tersebut berharap untuk memperkuat posisi negosiasi Zelensky dalam menghadapi apa yang mereka anggap sebagai tuntutan yang tidak dapat diterima dari Presiden Rusia Vladimir Putin, termasuk soal wilayah Donbas.
Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News yang diterbitkan pada Senin pagi, Zelensky mengatakan bahwa negosiasi masih jauh dari kata sepakat mengenai isu-isu teritorial.
"Ada visi AS, Rusia, dan Ukraina—dan kami tidak memiliki pandangan yang sama tentang Donbas," ujarnya, merujuk pada wilayah Ukraina timur yang disengketakan.
Pada Minggu malam, Trump mengkritik Zelensky dengan mengeklaim bahwa pemimpin Ukraina tersebut belum membaca versi terbaru proposal perdamaian yang muncul dari perundingan berjam-jam antara negosiator Amerika dan Putin pekan lalu.
"Saya harus mengatakan bahwa saya sedikit kecewa karena Presiden Zelensky belum membaca proposal tersebut," kata Trump kepada para wartawan. "Rakyatnya menyukainya, tetapi dia belum."
(mas)
Lihat Juga :