Perbandingan J-15 China dan F-15 Jepang, Mana yang Lebih Hebat?
Senin, 08 Desember 2025 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Jet Tempur J-15 China Bidik F-15 Jepang, PM Takaichi Janji Merespons Tegas
Ini adalah contoh lain bagaimana industri pertahanan Rusia dan China bekerja sama dengan baik dan, pada kenyataannya, mampu bersaing dengan Amerika, yang konon membangun sistem yang lebih baik (secara teknis, hal itu mungkin benar, tetapi bukan massa dan keandalan yang memenangkan perang).
J-15 memiliki panjang 21,9 meter, tinggi 5,9 meter, dan lebar sayap 14,7 meter. Beratnya sekitar 17.500 kg saat kosong dan dapat lepas landas dengan berat maksimum 33.000 kg. Pesawat ini ditenagai oleh dua mesin turbofan Shenyang WS-10, yang masing-masing menghasilkan daya dorong 12.800 kgf.
Hal ini memberikan J-15 kecepatan tertinggi Mach 2,4 dan jangkauan 3.500 km dengan tangki bahan bakar eksternal.
J-15 dilengkapi dengan beragam persenjataan. Ini termasuk rudal udara-ke-udara, rudal udara-ke-permukaan, dan amunisi berpemandu presisi. "Flying Shark" dapat membawa hingga 12.000 kg amunisi eksternal, termasuk rudal udara-ke-udara jarak pendek PL-8 dan PL-12, rudal anti-kapal YJ-83K, serta berbagai bom dan roket. J-15 juga dilengkapi meriam 30 mm untuk pertempuran jarak dekat.
"Flying Shark" terutama dirancang untuk misi superioritas udara dan pertahanan armada. Pesawat tempur ini juga dapat melakukan operasi serangan darat dan anti-kapal. Rangkaian avionik canggih pesawat ini mencakup radar phased array, sistem pencarian dan pelacakan inframerah, serta layar yang terpasang di helm. Hal ini memungkinkan J-15 untuk menyerang beberapa target secara bersamaan dan beroperasi secara efektif di segala kondisi cuaca.
2. Jet tempur J-15
Jet tempur J-15, yang dikenal sebagai "Flying Shark", adalah pesawat tempur multiperan berbasis kapal induk yang dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation Tiongkok untuk Angkatan Udara Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLANAF). Pesawat ini merupakan varian Tiongkok dari Su-33 "Flanker-D" rancangan Rusia, dengan beberapa modifikasi signifikan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Tiongkok.Ini adalah contoh lain bagaimana industri pertahanan Rusia dan China bekerja sama dengan baik dan, pada kenyataannya, mampu bersaing dengan Amerika, yang konon membangun sistem yang lebih baik (secara teknis, hal itu mungkin benar, tetapi bukan massa dan keandalan yang memenangkan perang).
J-15 memiliki panjang 21,9 meter, tinggi 5,9 meter, dan lebar sayap 14,7 meter. Beratnya sekitar 17.500 kg saat kosong dan dapat lepas landas dengan berat maksimum 33.000 kg. Pesawat ini ditenagai oleh dua mesin turbofan Shenyang WS-10, yang masing-masing menghasilkan daya dorong 12.800 kgf.
Hal ini memberikan J-15 kecepatan tertinggi Mach 2,4 dan jangkauan 3.500 km dengan tangki bahan bakar eksternal.
J-15 dilengkapi dengan beragam persenjataan. Ini termasuk rudal udara-ke-udara, rudal udara-ke-permukaan, dan amunisi berpemandu presisi. "Flying Shark" dapat membawa hingga 12.000 kg amunisi eksternal, termasuk rudal udara-ke-udara jarak pendek PL-8 dan PL-12, rudal anti-kapal YJ-83K, serta berbagai bom dan roket. J-15 juga dilengkapi meriam 30 mm untuk pertempuran jarak dekat.
"Flying Shark" terutama dirancang untuk misi superioritas udara dan pertahanan armada. Pesawat tempur ini juga dapat melakukan operasi serangan darat dan anti-kapal. Rangkaian avionik canggih pesawat ini mencakup radar phased array, sistem pencarian dan pelacakan inframerah, serta layar yang terpasang di helm. Hal ini memungkinkan J-15 untuk menyerang beberapa target secara bersamaan dan beroperasi secara efektif di segala kondisi cuaca.
(ahm)
Lihat Juga :