Terungkap, AS Kehilangan Rp487 Triliun akibat Penyalahgunaan selama Pendudukan Afghanistan

Sabtu, 06 Desember 2025 - 08:40 WIB
loading...
Terungkap, AS Kehilangan...
Tentara AS di Afghanistan. Foto/us army
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) kehilangan hingga USD29,2 miliar (Rp487 triliun) akibat salah urus dan perilaku buruk selama pendudukannya di Afghanistan. Semuanya dilakukan demi mengejar tujuan yang tidak realistis di negara tersebut, menurut laporan baru dari lembaga pengawas pemerintah.

Dirilis pada hari Rabu, laporan tersebut menyimpulkan investigasi selama 17 tahun oleh Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR), yang mengidentifikasi 1.327 kasus pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan dengan total USD26-29,2 miliar, sebagian besar kerugiannya disebabkan oleh inefisiensi dan penyalahgunaan aset.

Penipuan menyumbang sekitar 2% dari total kerugian dan penyalahgunaan sebesar 4%. Lembaga pengawas tersebut mencatat lebih dari USD4,6 miliar uang pembayar pajak seharusnya dapat dihemat.

Misi Amerika "20 tahun untuk membangun Afghanistan yang stabil dan demokratis" telah gagal, yang sejak awal dirusak oleh ekspektasi yang tidak realistis dan diperparah oleh korupsi dan penyalahgunaan dana publik, kata SIGAR.

Menurut lembaga pengawas tersebut, Afghanistan seharusnya menjadi kisah peringatan, yang memperingatkan para pembuat kebijakan bahwa setiap upaya rekonstruksi di masa mendatang dengan skala serupa harus mengakui risiko kegagalan sejak awal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Berita Terkini
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved