Rusia-NATO Berseteru, AS Jual 3.414 Bom Raksasa Rp44 Triliun ke Kanada

Jum'at, 05 Desember 2025 - 14:36 WIB
loading...
Rusia-NATO Berseteru,...
Amerika Serikat menjual bom raksasa secara besar-besaran ke Kanada ketika perseteruan Rusia dan NATO terus memanas. Foto/US Army
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan bom raksasa secara besar-besaran ke Kanada di tengah perseteruan antara NATO dan Rusia yang semakin memanas. Baik AS maupun Kanada merupakan anggota NATO.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, mengatakan senjata yang disetujui untuk dijual mencakup 3.414 unit bom BLU-111, yang masing-masing berbobot 500 pon (226 kg), dan 3.108 unit bom GBU-39—yang dirancang untuk menghantam target stasioner dengan presisi.

Selain itu, penjualan tersebut juga mencakup lebih dari 5.000 kit JDAM untuk mengubah bom tak berpemandu menjadi amunisi berpemandu.

Baca Juga: Seteru Memanas, Negara NATO Kerahkan 5 Jet Tempur di Dekat Rusia

Nilai penjualan tersebut mencapai USD2,68 miliar (lebih dari Rp44 triliun).

Penjualan bom AS secara besar-besaan ini terjadi ketika Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney secara drastis meningkatkan anggaran pertahanan di tengah ketidakpastian hubungan Ottawa dengan Washington.

"Penjualan ini akan meningkatkan kemampuan pertahanan Kanada yang kredibel untuk mencegah agresi di kawasan tersebut, memastikan interoperabilitas dengan pasukan AS, dan memperkuat kemampuan Kanada untuk berkontribusi pada pertahanan benua bersama," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pemberitahuan kepada Kongres, seperti dikutip dari AFP, Jumat (5/12/2025).

PM Carney mengatakan pada bulan Agustus bahwa negaranya tahun ini akan memenuhi target NATO untuk membelanjakan dua persen dari PDB untuk pertahanan, beberapa tahun lebih cepat dari jadwal.

Dia menyoroti meningkatnya ketidakpastian tentang peran AS—tetangga Kanada dan penjamin keamanan jangka panjang di bawah NATO—serta prospek agresi Rusia di Arktik.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mempertanyakan kebijaksanaan NATO, menuduh sekutu terlalu bergantung pada Amerika Serikat sementara tidak memikul beban mereka sendiri.

Trump sering meremehkan Kanada, terutama sebelum Carney menggantikan Justin Trudeau sebagai perdana menteri, dengan mengatakan bahwa Kanada seharusnya menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat.

Sementara itu, di tengah perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung berakhir, Moskow dan NATO memasuki babak baru perseteruan.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa lalu mengatakan bahwa dia tidak mencari konflik lain—tetapi dia tidak akan ragu untuk menyerang jika diprovokasi oleh para pendukung Ukraina di Eropa.

"Kami tidak akan berperang dengan Eropa; saya sudah mengatakannya ratusan kali. Tetapi jika Eropa tiba-tiba ingin melawan kami dan memulainya, kami siap sekarang juga," kata Putin kepada para wartawan.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte bergegas merespons komentar Putin. Dia menegaskan aliansi pimpinan AS tersebut bersedia melakukan apa pun demi melindungi anggotanya. "NATO adalah aliansi pertahanan," ujar Rutte, menjelang pertemuan puncak para pemimpin NATO di Brussels.

"Tapi jangan salah, kami siap dan bersedia melakukan apa pun untuk melindungi satu miliar penduduk kami dan mengamankan wilayah kami. Putin yakin ia bisa bertahan lebih lama dari kami, tetapi kami tidak akan ke mana-mana," papar bos NATO tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Walk Out saat Negosiasi...
Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!
Rekomendasi
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Berita Terkini
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved