Rusia-NATO Berseteru, AS Jual 3.414 Bom Raksasa Rp44 Triliun ke Kanada
Jum'at, 05 Desember 2025 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
"Penjualan ini akan meningkatkan kemampuan pertahanan Kanada yang kredibel untuk mencegah agresi di kawasan tersebut, memastikan interoperabilitas dengan pasukan AS, dan memperkuat kemampuan Kanada untuk berkontribusi pada pertahanan benua bersama," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pemberitahuan kepada Kongres, seperti dikutip dari AFP, Jumat (5/12/2025).
PM Carney mengatakan pada bulan Agustus bahwa negaranya tahun ini akan memenuhi target NATO untuk membelanjakan dua persen dari PDB untuk pertahanan, beberapa tahun lebih cepat dari jadwal.
Dia menyoroti meningkatnya ketidakpastian tentang peran AS—tetangga Kanada dan penjamin keamanan jangka panjang di bawah NATO—serta prospek agresi Rusia di Arktik.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mempertanyakan kebijaksanaan NATO, menuduh sekutu terlalu bergantung pada Amerika Serikat sementara tidak memikul beban mereka sendiri.
Trump sering meremehkan Kanada, terutama sebelum Carney menggantikan Justin Trudeau sebagai perdana menteri, dengan mengatakan bahwa Kanada seharusnya menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat.
Sementara itu, di tengah perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung berakhir, Moskow dan NATO memasuki babak baru perseteruan.
PM Carney mengatakan pada bulan Agustus bahwa negaranya tahun ini akan memenuhi target NATO untuk membelanjakan dua persen dari PDB untuk pertahanan, beberapa tahun lebih cepat dari jadwal.
Dia menyoroti meningkatnya ketidakpastian tentang peran AS—tetangga Kanada dan penjamin keamanan jangka panjang di bawah NATO—serta prospek agresi Rusia di Arktik.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mempertanyakan kebijaksanaan NATO, menuduh sekutu terlalu bergantung pada Amerika Serikat sementara tidak memikul beban mereka sendiri.
Trump sering meremehkan Kanada, terutama sebelum Carney menggantikan Justin Trudeau sebagai perdana menteri, dengan mengatakan bahwa Kanada seharusnya menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat.
Sementara itu, di tengah perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung berakhir, Moskow dan NATO memasuki babak baru perseteruan.
Lihat Juga :