Terkonfirmasi! Bos Geng Palestina Antek Israel Tewas Dibunuh, Pukulan bagi Zionis
Jum'at, 05 Desember 2025 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui pada bulan Juni bahwa Israel telah mempersenjatai klan anti-Hamas, meskipun Israel hanya mengumumkan sedikit detail lain mengenai kebijakan tersebut sejak saat itu.
Geng bersenjata itu terus beroperasi dari wilayah-wilayah Gaza yang dikuasai pasukan Israel sejak Hamas dan Israel mencapai gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat pada bulan Oktober.
Rafah telah menjadi lokasi beberapa kekerasan terburuk selama gencatan senjata. Warga setempat melaporkan adanya baku tembak di sana pada hari Rabu, dan Israel mengatakan empat tentaranya terluka. Militer Israel mengatakan pada hari Kamis bahwa pasukannya telah menewaskan sekitar 40 militan Hamas yang terperangkap di terowongan di bawah Rafah.
Pada 18 November, geng pimpinan Abu Shabab mengunggah video yang menunjukkan puluhan milisinya menerima perintah dari wakilnya untuk melancarkan operasi keamanan guna "membersihkan Rafah dari teror", sebuah referensi yang tampaknya merujuk pada kelompok Hamas yang diyakini bersembunyi di sana.
Kelompok itu bersumpah untuk melanjutkan jejak Abu Shabab dan memerangi apa yang mereka gambarkan sebagai "terorisme" di Gaza.
Kematian Abu Shabab pertama kali dilaporkan oleh media-media Israel, termasuk Kan, yang mengutip sumber keamanan Zionis.
Army Radio Israel, yang juga mengutip sumber keamanan, mengatakan bahwa Abu Shabab meninggal di rumah sakit Soroka di Israel selatan karena luka yang tidak disebutkan, tetapi rumah sakit tersebut membantah telah menerimanya.
Seorang juru bicara pemerintah Israel menolak berkomentar mengenai laporan tersebut. Hamas juga tidak memberikan komentar, kata juru bicaranya di Gaza.
Geng bersenjata itu terus beroperasi dari wilayah-wilayah Gaza yang dikuasai pasukan Israel sejak Hamas dan Israel mencapai gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat pada bulan Oktober.
Rafah telah menjadi lokasi beberapa kekerasan terburuk selama gencatan senjata. Warga setempat melaporkan adanya baku tembak di sana pada hari Rabu, dan Israel mengatakan empat tentaranya terluka. Militer Israel mengatakan pada hari Kamis bahwa pasukannya telah menewaskan sekitar 40 militan Hamas yang terperangkap di terowongan di bawah Rafah.
Pada 18 November, geng pimpinan Abu Shabab mengunggah video yang menunjukkan puluhan milisinya menerima perintah dari wakilnya untuk melancarkan operasi keamanan guna "membersihkan Rafah dari teror", sebuah referensi yang tampaknya merujuk pada kelompok Hamas yang diyakini bersembunyi di sana.
Kelompok itu bersumpah untuk melanjutkan jejak Abu Shabab dan memerangi apa yang mereka gambarkan sebagai "terorisme" di Gaza.
Kematian Abu Shabab pertama kali dilaporkan oleh media-media Israel, termasuk Kan, yang mengutip sumber keamanan Zionis.
Army Radio Israel, yang juga mengutip sumber keamanan, mengatakan bahwa Abu Shabab meninggal di rumah sakit Soroka di Israel selatan karena luka yang tidak disebutkan, tetapi rumah sakit tersebut membantah telah menerimanya.
Seorang juru bicara pemerintah Israel menolak berkomentar mengenai laporan tersebut. Hamas juga tidak memberikan komentar, kata juru bicaranya di Gaza.
Lihat Juga :