Terkonfirmasi! Bos Geng Palestina Antek Israel Tewas Dibunuh, Pukulan bagi Zionis

Jum'at, 05 Desember 2025 - 09:29 WIB
loading...
A A A
Kebijakan Israel untuk mendukung klan anti-Hamas terbentuk ketika militer Zionis melancarkan serangan di Gaza terhadap kelompok perlawanan Palestina tersebut, yang bertujuan untuk mengakhiri kekuasaannya di jalur pantai tersebut setelah serangan 7 Oktober 2023 terhadap komunitas-komunitas di Israel selatan.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Wall Street Journal pada bulan Juli, Abu Shabab mengatakan kelompoknya telah mendirikan pemerintahan sendiri di wilayah Rafah dan mendesak AS dan negara-negara Arab untuk mengakui dan mendukungnya.

"Tanda-tandanya sudah jelas. Entah dia dibunuh oleh Hamas atau dalam pertikaian internal klan, sudah jelas bahwa semuanya akan berakhir seperti ini," kata Michael Milshtein, mantan perwira intelijen militer Israel di Moshe Dayan Center di Tel Aviv.

Beberapa kelompok anti-Hamas lainnya telah muncul di wilayah-wilayah Gaza yang dikuasai Israel. Analis politik Palestina, Reham Owda, mengatakan bahwa kematian Abu Shabab akan memicu keraguan di antara mereka tentang "kemampuan mereka untuk menantang Hamas."

Rencana Presiden AS Donald Trump untuk Gaza memperkirakan Hamas akan melucuti senjata dan membentuk otoritas transisi yang akan mengelola wilayah kantong Palestina tersebut, didukung oleh pasukan stabilisasi multinasional. Namun, kemajuan tampaknya lambat, karena Hamas sejauh ini menolak untuk melucuti senjata dan belum ada tanda-tanda kesepakatan mengenai pembentukan pasukan internasional.

Hamas menuduh Abu Shabab menjarah truk-truk bantuan PBB selama perang. Kelompok Abu Shabab membantahnya, dengan mengatakan bahwa mereka telah melindungi dan mengawal bantuan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Berita Terkini
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved