Putin Tegaskan Rusia akan Bebaskan Seluruh Donbass, Peringatkan Perang Dahsyat
Kamis, 04 Desember 2025 - 19:40 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin siap bebaskan seluruh Donbass. Foto/sputnik
A
A
A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin menegaskan Rusia akan mengusir pasukan Ukraina dari Donbass dan sepenuhnya membebaskan wilayah tersebut, baik melalui aksi militer maupun upaya diplomatik.
Putin menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan India Today pada hari Kamis (4/12/2025), menjelang kunjungan kenegaraannya ke negara itu dan dua hari setelah perundingan di Kremlin dengan Utusan Presiden AS Steve Witkoff yang berfokus pada rencana perdamaian rancangan Amerika untuk konflik Ukraina.
Versi awal peta jalan berisi 28 poin yang bocor ke media pekan lalu dilaporkan meminta Kiev untuk melepaskan wilayah di Donetsk dan Lugansk, wilayah Donbass Rusia, yang masih berada di bawah kendalinya, meninggalkan ambisi NATO-nya, dan membatasi jumlah militernya – persyaratan yang ditolak Kiev.
Namun, Putin mengisyaratkan Tentara Ukraina akan segera kehilangan wilayah Donbass yang masih dikuasainya.
"Semuanya bermuara pada itu. Kita akan membebaskan wilayah-wilayah itu melalui kekuatan militer, atau pasukan Ukraina akan mundur dan berhenti bertempur di sana," ujarnya.
Ia juga menyatakan pertempuran dahsyat di wilayah tersebut sepenuhnya dapat dihindari.
"Kami memberi tahu Ukraina sejak awal: 'Rakyat tidak ingin tinggal bersama Anda, mereka ikut serta dalam referendum (pada tahun 2022), memilih kemerdekaan mereka; tarik pasukan Anda, dan tidak akan ada pertempuran'. Tetapi mereka memilih untuk bertempur," ujar Putin, seraya menambahkan kesalahan Kiev kini semakin nyata.
Pasukan Rusia telah secara bertahap memukul mundur pasukan Ukraina di Donbass dan di tempat lain selama berbulan-bulan.
Menurut Moskow, Kiev semakin kesulitan mengisi kembali kehilangan pasukan meskipun ada upaya mobilisasi yang sangat besar.
Pada hari Senin, militer Rusia melaporkan mereka telah menguasai kota garis depan utama Krasnoarmeysk (Pokrovsk) di wilayah Donetsk, dengan pasukan Ukraina yang besar terkepung di wilayah tersebut.
Dalam perkembangan penting lainnya, Putin melaporkan pekan lalu bahwa pasukan Moskow telah menembus pertahanan Ukraina di bagian utara Wilayah Zaporozhye, dan kini melewati pertahanan Kiev yang dijaga ketat di selatan.
Baca juga: Israel dan Lebanon Gelar Perundingan Langsung Pertama dalam Beberapa Dekade
Putin menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan India Today pada hari Kamis (4/12/2025), menjelang kunjungan kenegaraannya ke negara itu dan dua hari setelah perundingan di Kremlin dengan Utusan Presiden AS Steve Witkoff yang berfokus pada rencana perdamaian rancangan Amerika untuk konflik Ukraina.
Versi awal peta jalan berisi 28 poin yang bocor ke media pekan lalu dilaporkan meminta Kiev untuk melepaskan wilayah di Donetsk dan Lugansk, wilayah Donbass Rusia, yang masih berada di bawah kendalinya, meninggalkan ambisi NATO-nya, dan membatasi jumlah militernya – persyaratan yang ditolak Kiev.
Namun, Putin mengisyaratkan Tentara Ukraina akan segera kehilangan wilayah Donbass yang masih dikuasainya.
"Semuanya bermuara pada itu. Kita akan membebaskan wilayah-wilayah itu melalui kekuatan militer, atau pasukan Ukraina akan mundur dan berhenti bertempur di sana," ujarnya.
Ia juga menyatakan pertempuran dahsyat di wilayah tersebut sepenuhnya dapat dihindari.
"Kami memberi tahu Ukraina sejak awal: 'Rakyat tidak ingin tinggal bersama Anda, mereka ikut serta dalam referendum (pada tahun 2022), memilih kemerdekaan mereka; tarik pasukan Anda, dan tidak akan ada pertempuran'. Tetapi mereka memilih untuk bertempur," ujar Putin, seraya menambahkan kesalahan Kiev kini semakin nyata.
Pasukan Rusia telah secara bertahap memukul mundur pasukan Ukraina di Donbass dan di tempat lain selama berbulan-bulan.
Menurut Moskow, Kiev semakin kesulitan mengisi kembali kehilangan pasukan meskipun ada upaya mobilisasi yang sangat besar.
Pada hari Senin, militer Rusia melaporkan mereka telah menguasai kota garis depan utama Krasnoarmeysk (Pokrovsk) di wilayah Donetsk, dengan pasukan Ukraina yang besar terkepung di wilayah tersebut.
Dalam perkembangan penting lainnya, Putin melaporkan pekan lalu bahwa pasukan Moskow telah menembus pertahanan Ukraina di bagian utara Wilayah Zaporozhye, dan kini melewati pertahanan Kiev yang dijaga ketat di selatan.
Baca juga: Israel dan Lebanon Gelar Perundingan Langsung Pertama dalam Beberapa Dekade
(sya)
Lihat Juga :