India Akan Produksi Drone yang Mampu Terbang Sejauh 901 Km

Senin, 01 Desember 2025 - 21:45 WIB
loading...
India Akan Produksi...
India akan produksi drone yang mampu terbang sejauh 901 km. Foto/X/@CISS_Islamabad
A A A
NEW DELHI - India berencana untuk mengembangkan drone jarak jauh yang ditenagai oleh mesin buatan lokal dalam kemitraan publik-swasta. Drone itu diperkirakan mampu terbang sejauh 901 km.

Economic Times melaporkan National Aerospace Laboratories (NAL) milik negara telah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan sektor swasta untuk menggunakan mesin Wankel yang dikembangkan India pada kendaraan udara tak berawak (UAV) baru, menurut laporan tersebut.

Sejauh ini, India telah mengandalkan perusahaan asing untuk memasok mesin untuk menggerakkan hampir semua versi sistem tak berawaknya.

NAL awalnya akan mentransfer teknologi untuk mesin Wankel bertenaga 30 tenaga kuda (hp) untuk menggerakkan drone yang dirancang untuk terbang hingga sembilan jam. UAV tersebut diperkirakan akan mencapai target yang berjarak lebih dari 560 mil atau 901 km.

Baca Juga: Sejak Kapan Tentara Pakai Motif Loreng? Jawabannya Bikin Kaget!

Mesin 30 hp milik NAL telah menerima sertifikasi penting untuk uji terbang, menurut laporan tersebut.

Mesin 50 hp juga sedang dalam proses pengembangan, kata outlet berita tersebut, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya. Ditambahkan pula bahwa sertifikasi dan uji coba diharapkan segera dilakukan.

Mesin 90 hp, yang dapat meningkatkan kemampuan UAV kelas berat, juga sedang dipertimbangkan, menurut laporan tersebut.

Solar Defense and Aerospace Limited (SDAL) adalah mitra swasta untuk proyek drone ini.

Sesuai perjanjian, NAL akan mentransfer teknologi dan mengembangkan drone, sementara SDAL akan mengawasi manufaktur dan pemasaran di dalam dan luar negeri.

Drone ini akan dapat beroperasi di lingkungan di mana teknologi Global Positioning System (GPS) tidak berfungsi. Muatannya yang didukung AI diharapkan dapat memastikan intelijen waktu nyata dan kesadaran situasional, kata laporan tersebut.

India sedang menggaet produsen dalam negeri untuk mendukung inisiatif "Buatan India" Perdana Menteri Narendra Modi, terutama di sektor pertahanan.

Pada hari Minggu, Modi memuji tantangan drone terbaru yang diselenggarakan untuk mendorong inovator muda, yang difasilitasi oleh Organisasi Penelitian Luar Angkasa India.

Ia juga menyoroti perkembangan ekosistem luar angkasa swasta India dan menyebut peresmian Infinity Campus Skyroot Aerospace di Hyderabad baru-baru ini sebagai "dorongan baru" bagi sektor ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved