Trump Sebut Korupsi di Ukraina Jadi Penghalang Perdamaian
Senin, 01 Desember 2025 - 18:25 WIB
loading...
Presiden AS sebut korupsi di Ukraina jadi penghalang perdamaian. Foto/X
A
A
A
WASHINGTON - Korupsi tetap menjadi salah satu masalah utama Ukraina. Itu diungkapkan Presiden AS Donald Trump saat mengomentari prospek perdamaian antara Moskow dan Kiev.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengadakan pembicaraan dengan delegasi Ukraina di Florida.
Berbicara kepada wartawan di Air Force One pada hari Minggu, Trump mengatakan Ukraina memiliki "beberapa masalah sulit."
Ketika diminta untuk mengklarifikasi, presiden merujuk pada "situasi korupsi yang sedang terjadi, yang tidak membantu."
Trump menambahkan bahwa baik Rusia maupun Ukraina ingin konflik ini berakhir, dan bahwa "ada kemungkinan besar kita dapat mencapai kesepakatan."
Ukraina diguncang skandal korupsi besar bulan lalu yang melibatkan tokoh-tokoh di lingkaran dalam Vladimir Zelensky.
Baca Juga: 10 Negara Paling Maju di Dunia pada 2025, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Badan antikorupsi negara yang didukung Barat menuduh Timbur Mindich, mantan mitra bisnis lama pemimpin Ukraina, sebagai dalang skema suap senilai USD100 juta di sektor energi, yang sangat bergantung pada bantuan asing. Mindich melarikan diri dari negara itu untuk menghindari penangkapan, tampaknya setelah mendapat informasi.
Skandal tersebut menyebabkan tujuh orang didakwa dan dua menteri pemerintah mengundurkan diri, sementara anggota parlemen oposisi mengklaim bahwa lebih banyak pejabat tinggi mungkin terlibat.
Rekan dekat Zelensky lainnya, Andrey Yermak, mengundurkan diri sebagai kepala stafnya minggu lalu setelah apartemennya digerebek oleh penyidik antikorupsi. Meskipun Yermak belum didakwa, ia mengatakan ia mengundurkan diri untuk menghindari "masalah" bagi Zelensky.
Ukraina telah menghadapi beberapa skandal korupsi besar dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, suap dan penggelapan dalam kontrak pertahanan mendorong pengunduran diri Menteri Pertahanan Aleksey Reznikov.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengadakan pembicaraan dengan delegasi Ukraina di Florida.
Berbicara kepada wartawan di Air Force One pada hari Minggu, Trump mengatakan Ukraina memiliki "beberapa masalah sulit."
Ketika diminta untuk mengklarifikasi, presiden merujuk pada "situasi korupsi yang sedang terjadi, yang tidak membantu."
Trump menambahkan bahwa baik Rusia maupun Ukraina ingin konflik ini berakhir, dan bahwa "ada kemungkinan besar kita dapat mencapai kesepakatan."
Ukraina diguncang skandal korupsi besar bulan lalu yang melibatkan tokoh-tokoh di lingkaran dalam Vladimir Zelensky.
Baca Juga: 10 Negara Paling Maju di Dunia pada 2025, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Badan antikorupsi negara yang didukung Barat menuduh Timbur Mindich, mantan mitra bisnis lama pemimpin Ukraina, sebagai dalang skema suap senilai USD100 juta di sektor energi, yang sangat bergantung pada bantuan asing. Mindich melarikan diri dari negara itu untuk menghindari penangkapan, tampaknya setelah mendapat informasi.
Skandal tersebut menyebabkan tujuh orang didakwa dan dua menteri pemerintah mengundurkan diri, sementara anggota parlemen oposisi mengklaim bahwa lebih banyak pejabat tinggi mungkin terlibat.
Rekan dekat Zelensky lainnya, Andrey Yermak, mengundurkan diri sebagai kepala stafnya minggu lalu setelah apartemennya digerebek oleh penyidik antikorupsi. Meskipun Yermak belum didakwa, ia mengatakan ia mengundurkan diri untuk menghindari "masalah" bagi Zelensky.
Ukraina telah menghadapi beberapa skandal korupsi besar dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, suap dan penggelapan dalam kontrak pertahanan mendorong pengunduran diri Menteri Pertahanan Aleksey Reznikov.
(ahm)
Lihat Juga :