Kim Jong-un, antara Pabrik Pupuk Sunchon dan Bom Nuklir Korut
Senin, 04 Mei 2020 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi selama bertahun-tahun, sanksi global membuatnya lebih sulit untuk bergantung pada negara lain dan satelit mata-mata terus mengawasi program senjatanya.
Program nuklir sebagian besar telah swasembada selama beberapa dekade. Ini digunakan untuk menghasilkan cukup plutonium untuk satu bom nuklir setahun, dan sekarang bergantung terutama pada pengayaan uranium. Menurut para ahli senjata, Korea Utara memproduksi bahan fisil yang cukup untuk sekitar enam bom setahun.
"Pyongyang perlu memiliki sebagian besar rantai pasokan untuk produksi hulu ledak nuklir dan rudal yang dibuat—dan dari semua itu tampaknya sebagian besar telah dilakukan," kata Ankit Panda, seorang ahli senjata yang merupakan pakar senior di Federasi Ilmuwan Amerika.
Dia menambahkan masih ada beberapa komponen yang diperkirakan bersumber dari luar negeri, meskipun Korea Utara telah mengklaim memiliki kapasitas industri untuk membangun komponen bodi rudal, propelan padat dan cair, dan bahkan mesin rudal.
Di bawah kepemimpinan Kim, para ahli senjata mengatakan Korea Utara mengembangkan bom hidrogen dan rudal balistik antarbenua yang mampu mengirim hulu ledak ke seluruh wilayah AS, musuh utamanya. Dia telah menjadikan para ilmuwan nuklir dan roketnya pahlawan nasional, dan—setelah uji coba senjata pada tahun 2017—Kim menghadiahi banyak dari mereka dengan apartemen mewah di Pyongyang.
Selama kunjungannya ke pabrik pupuk pada 1 Mei, Kim mengatakan proyek tersebut menunjukkan komitmen negara untuk "kemandirian". Menurut Kim, seperti dikutip KCNA, ayah dan kakeknya akan sangat senang dengan perkembangan pabrik tersebut.
Program nuklir sebagian besar telah swasembada selama beberapa dekade. Ini digunakan untuk menghasilkan cukup plutonium untuk satu bom nuklir setahun, dan sekarang bergantung terutama pada pengayaan uranium. Menurut para ahli senjata, Korea Utara memproduksi bahan fisil yang cukup untuk sekitar enam bom setahun.
"Pyongyang perlu memiliki sebagian besar rantai pasokan untuk produksi hulu ledak nuklir dan rudal yang dibuat—dan dari semua itu tampaknya sebagian besar telah dilakukan," kata Ankit Panda, seorang ahli senjata yang merupakan pakar senior di Federasi Ilmuwan Amerika.
Dia menambahkan masih ada beberapa komponen yang diperkirakan bersumber dari luar negeri, meskipun Korea Utara telah mengklaim memiliki kapasitas industri untuk membangun komponen bodi rudal, propelan padat dan cair, dan bahkan mesin rudal.
Di bawah kepemimpinan Kim, para ahli senjata mengatakan Korea Utara mengembangkan bom hidrogen dan rudal balistik antarbenua yang mampu mengirim hulu ledak ke seluruh wilayah AS, musuh utamanya. Dia telah menjadikan para ilmuwan nuklir dan roketnya pahlawan nasional, dan—setelah uji coba senjata pada tahun 2017—Kim menghadiahi banyak dari mereka dengan apartemen mewah di Pyongyang.
Selama kunjungannya ke pabrik pupuk pada 1 Mei, Kim mengatakan proyek tersebut menunjukkan komitmen negara untuk "kemandirian". Menurut Kim, seperti dikutip KCNA, ayah dan kakeknya akan sangat senang dengan perkembangan pabrik tersebut.
(min)
Lihat Juga :