Kim Jong-un, antara Pabrik Pupuk Sunchon dan Bom Nuklir Korut

Senin, 04 Mei 2020 - 14:20 WIB
loading...
Kim Jong-un, antara...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menggunting pita peresmian Pabrik Pupuk Fosfat Sunchong di Pyongyang utara, 2 Mei 2020. Foto dirilis KCNA 2 Mei 2020. Foto/KCNA/via REUTERS
A A A
SEOUL - Kim Jong-un, diktator muda Korea Utara (Korut), telah mengejutkan dunia di tengah rumor kematiannya dengan muncul di Pabrik Pupuk Fosfat Sunchon di Pyongyang utara. Namun, kemunculannya di pabrik itu juga menjadi pengingat dunia akan program senjata nuklir Korea Utara.

Media pemerintah pada Sabtu (2/5/2020) melaporkan Kim Jong-un merayakan penyelesaian Pabrik Pupuk Fosfat Sunchon. Laporan disertai publikasi foto-foto pemimpin muda itu telah meredam rumor negatif tentangnya, mulai dari sakit keras usai operasi jantung hingga meninggal dunia.

Meskipun tur inspeksi Kim itu menjadi aktivitas rutin, namun fasilitas pabrik yang dia kunjungi telah menjadi perhatian tingkat tinggi selama bertahun-tahun karena potensi penggunaannya yang ganda, yakni untuk meningkatkan produksi pangan dan senjata nuklir.

"DPRK memang membutuhkan pupuk, dan informasi tentang cara mengekstraksi uranium di tengah-tengah proses itu sudah tersedia," kata Margaret Croy, seorang peneliti di Middlebury Institute of International Studies di Monterey, dalam sebuah makalah penelitian yang diterbitkan bulan lalu. DPRK adalah singkatan dari nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

Menurutnya, pabrik pupuk Sunchon menawarkan Kim kesempatan untuk membantu meningkatkan ekonomi negara yang lesu dengan membantu produksi pertanian dan dapat membantu dalam ekstraksi uranium dari asam fosfat—yang memungkinkan Korea Utara untuk menyembunyikan kegiatan nuklirnya dari dunia luar.

"Implikasi dari pekerjaan yang dilakukan di DPRK jelas; ia memiliki potensi untuk sangat mengubah perkiraan sumber terbuka berapa banyak uranium kue kuning yang dapat diproduksi oleh DPRK setiap tahun, yang pada gilirannya memengaruhi perkiraan berapa banyak hulu ledak nuklir yang dapat dibuat DPRK," paparnya Croy yang dikutip Bloomberg, Senin (4/5/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak
Rekomendasi
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved