Israel Tembaki 4 Pejuang Hamas yang Keluar dari Terowongan Gaza
Minggu, 30 November 2025 - 19:17 WIB
loading...
Israel tembaki empat pejuang Hamas yang keluar dari terowongan Gaza. Foto/X
A
A
A
GAZA - Tentara Israel mengatakan pada Minggu bahwa mereka telah menewaskan empat militan Palestina yang keluar dari terowongan di Rafah di Jalur Gaza selatan. Puluhan pejuang Hamas bersembunyi di terowongan Gaza selatan, di bawah area yang dikuasai oleh militer Israel.
Pasukan Israel terus beroperasi di wilayah Rafah timur, kata militer dalam sebuah pernyataan.
"Semalam, empat pejuang yang keluar dari infrastruktur bawah tanah di area tersebut telah diidentifikasi. Di bawah arahan Angkatan Udara Israel, pasukan tersebut menghabisi para pejuang," kata Pasukan Pertahanan Israel, dilansir Al Arabiya.
"Pasukan IDF (tentara Israel) di Komando Selatan tetap dikerahkan sesuai dengan perjanjian gencatan senjata dan akan terus beroperasi untuk menyingkirkan segala ancaman langsung."
Pada hari Jumat, militer Israel mengatakan lebih dari 30 pejuang yang berusaha melarikan diri dari terowongan telah tewas.
Baca Juga: Mossad Kirim 100 Agen Intelijen ke Iran saat Perang, Bagaimana Operasional?
Beberapa sumber mengatakan kepada AFP pada hari Kamis bahwa negosiasi sedang berlangsung mengenai nasib para pejuang yang masih berada di jaringan terowongan Gaza selatan.
Pada hari Rabu, Hamas meminta negara-negara penengah untuk menekan Israel agar mengizinkan jalur aman -- pertama kalinya kelompok tersebut secara terbuka mengakui situasi tersebut.
Gencatan senjata yang ditengahi AS antara Israel dan Hamas, dengan Mesir, Turki, dan Qatar sebagai mediator, mulai berlaku pada 10 Oktober.
Berdasarkan ketentuannya, tentara Israel mundur di belakang apa yang disebut Garis Kuning di Jalur Gaza, sebuah batas yang ditandai di permukaan dengan blok beton kuning.
Pejuang Hamas berada di terowongan yang terletak di sisi Garis Kuning yang dikuasai Israel.
Seorang anggota terkemuka Hamas di Gaza mengatakan kepada AFP bahwa kelompok tersebut memperkirakan jumlah mereka antara 60 dan 80 orang.
Gencatan senjata masih rapuh, dengan Israel dan Hamas saling menuduh melanggar ketentuan, sementara Jalur Gaza masih berada dalam krisis kemanusiaan yang mendalam.
Perang Gaza dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan kematian 1.221 orang.
Serangan balasan Israel terhadap Gaza telah menewaskan sedikitnya 70.100 orang, menurut data dari Kementerian Kesehatan wilayah tersebut yang dianggap dapat diandalkan oleh PBB.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa sejak gencatan senjata berlaku, 354 warga Palestina telah tewas akibat tembakan Israel
Pasukan Israel terus beroperasi di wilayah Rafah timur, kata militer dalam sebuah pernyataan.
"Semalam, empat pejuang yang keluar dari infrastruktur bawah tanah di area tersebut telah diidentifikasi. Di bawah arahan Angkatan Udara Israel, pasukan tersebut menghabisi para pejuang," kata Pasukan Pertahanan Israel, dilansir Al Arabiya.
"Pasukan IDF (tentara Israel) di Komando Selatan tetap dikerahkan sesuai dengan perjanjian gencatan senjata dan akan terus beroperasi untuk menyingkirkan segala ancaman langsung."
Pada hari Jumat, militer Israel mengatakan lebih dari 30 pejuang yang berusaha melarikan diri dari terowongan telah tewas.
Baca Juga: Mossad Kirim 100 Agen Intelijen ke Iran saat Perang, Bagaimana Operasional?
Beberapa sumber mengatakan kepada AFP pada hari Kamis bahwa negosiasi sedang berlangsung mengenai nasib para pejuang yang masih berada di jaringan terowongan Gaza selatan.
Pada hari Rabu, Hamas meminta negara-negara penengah untuk menekan Israel agar mengizinkan jalur aman -- pertama kalinya kelompok tersebut secara terbuka mengakui situasi tersebut.
Gencatan senjata yang ditengahi AS antara Israel dan Hamas, dengan Mesir, Turki, dan Qatar sebagai mediator, mulai berlaku pada 10 Oktober.
Berdasarkan ketentuannya, tentara Israel mundur di belakang apa yang disebut Garis Kuning di Jalur Gaza, sebuah batas yang ditandai di permukaan dengan blok beton kuning.
Pejuang Hamas berada di terowongan yang terletak di sisi Garis Kuning yang dikuasai Israel.
Seorang anggota terkemuka Hamas di Gaza mengatakan kepada AFP bahwa kelompok tersebut memperkirakan jumlah mereka antara 60 dan 80 orang.
Gencatan senjata masih rapuh, dengan Israel dan Hamas saling menuduh melanggar ketentuan, sementara Jalur Gaza masih berada dalam krisis kemanusiaan yang mendalam.
Perang Gaza dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan kematian 1.221 orang.
Serangan balasan Israel terhadap Gaza telah menewaskan sedikitnya 70.100 orang, menurut data dari Kementerian Kesehatan wilayah tersebut yang dianggap dapat diandalkan oleh PBB.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa sejak gencatan senjata berlaku, 354 warga Palestina telah tewas akibat tembakan Israel
(ahm)
Lihat Juga :