Mesir Latih 5.000 Warga Palestina Disiapkan sebagai Polisi di Gaza
Minggu, 30 November 2025 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Rencana tersebut secara khusus mengizinkan pembentukan pasukan internasional yang akan bertanggung jawab untuk mengamankan wilayah perbatasan dan demiliterisasi Gaza.
Uni Eropa juga ingin melatih hingga 3.000 petugas polisi Palestina di Jalur Gaza di bawah skema yang serupa dengan yang telah dijalankannya di Tepi Barat, kata seorang pejabat Uni Eropa kepada AFP.
Uni Eropa telah mendanai misi pelatihan polisi di Tepi Barat sejak 2006, dengan anggaran sekitar 13 juta euro ($15 juta).
Namun, banyak detail yang masih belum jelas.
Seorang pejabat Hamas mempertanyakan kepada AFP kemungkinan kesepakatan dengan Israel mengenai detail pasti keberadaan pasukan polisi di Gaza.
Pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menentang peran apa pun bagi Hamas atau Otoritas Palestina di Gaza setelah perang berakhir.
Para jurnalis AFP secara teratur mengamati bahwa Hamas menempatkan orang-orang bersenjata di Gaza untuk memastikan arus lalu lintas dan memediasi perselisihan antar warga, yang secara efektif menyediakan bentuk penegakan hukum.
Hamas menyatakan tidak ingin lagi memerintah Gaza, tetapi menambahkan bahwa mereka tidak berniat menghilang dan tetap menjadi bagian sentral dari kehidupan politik Palestina.
Mengenai isu pelucutan senjata yang pelik, Hamas menyatakan tidak menentang penyerahan sebagian persenjataannya, tetapi hanya sebagai bagian dari proses politik Palestina.
Uni Eropa juga ingin melatih hingga 3.000 petugas polisi Palestina di Jalur Gaza di bawah skema yang serupa dengan yang telah dijalankannya di Tepi Barat, kata seorang pejabat Uni Eropa kepada AFP.
Uni Eropa telah mendanai misi pelatihan polisi di Tepi Barat sejak 2006, dengan anggaran sekitar 13 juta euro ($15 juta).
Namun, banyak detail yang masih belum jelas.
Seorang pejabat Hamas mempertanyakan kepada AFP kemungkinan kesepakatan dengan Israel mengenai detail pasti keberadaan pasukan polisi di Gaza.
Pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menentang peran apa pun bagi Hamas atau Otoritas Palestina di Gaza setelah perang berakhir.
Para jurnalis AFP secara teratur mengamati bahwa Hamas menempatkan orang-orang bersenjata di Gaza untuk memastikan arus lalu lintas dan memediasi perselisihan antar warga, yang secara efektif menyediakan bentuk penegakan hukum.
Hamas menyatakan tidak ingin lagi memerintah Gaza, tetapi menambahkan bahwa mereka tidak berniat menghilang dan tetap menjadi bagian sentral dari kehidupan politik Palestina.
Mengenai isu pelucutan senjata yang pelik, Hamas menyatakan tidak menentang penyerahan sebagian persenjataannya, tetapi hanya sebagai bagian dari proses politik Palestina.
(ahm)
Lihat Juga :