AS-Jepang Ancam Tenggelamkan Kapal Induk China, Beijing: Itu Fantasi!

Minggu, 30 November 2025 - 08:00 WIB
loading...
A A A
Terkait ancaman AS dan Jepang akan menenggelamkan kapal induk Fujian, juru bicara Kementerian Pertahanan China Jiang Bin mengatakan: "Itu hanyalah fantasi belaka dan melebih-lebihkan kemampuan diri sendiri."

"Dalam sejarah, sebuah kapal perang China bernama Chih Yuen ditenggelamkan oleh unit Jepang selama Perang China-Jepang Pertama lebih dari seabad yang lalu. Itu merupakan bagian dari sejarah yang memalukan bagi China. Namun, kapal induk Fujian bukanlah Chih Yuen. Dan sejarah tidak boleh terulang. Mereka yang menantang kepentingan inti China akan binasa," imbuh Jiang, seperti dikutip dari EurAsian Times, Minggu (30/11/2025).

Merangkum ancaman yang ditimbulkan oleh meningkatnya kemampuan Angkatan Laut China, media Jepang tersebut menulis: "Ada rasa persaingan dengan Amerika Serikat, seperti mengadopsi ketapel elektromagnetik yang sejauh ini hanya dipasang di kapal induk AS. Dengan China yang sekarang mengoperasikan tiga kapal induk, satu kapal dapat dioperasikan setiap saat, dan dengan memasang 'radar terbang', jangkauan aksi akan sangat diperluas, yang akan berdampak signifikan pada keseimbangan kekuatan di kawasan Asia-Pasifik."

Lebih lanjut, disebutkan bahwa Angkatan Laut China telah berkembang dalam ukuran dan kemampuan, meninggalkan Angkatan Laut AS di belakang dan menimbulkan tantangan keamanan bahkan jauh dari pantainya.

Dengan mendeteksi pesawat musuh yang mendekat menggunakan pesawat peringatan dini yang disebut "radar terbang" dan mencegatnya dengan pesawat tempur siluman serta kapal perusak pendamping, tindakan dapat dilakukan bahkan di perairan yang jauh dari daratan China. Kemampuan tempur gugus tugas kapal induk China telah ditingkatkan secara signifikan, dan dalam keadaan darurat, gugus tugas ini dapat bertemu dan menembak jatuh pesawat AS yang sedang menuju Asia Timur di lautan terbuka.

Komentar-komentar tersebut menjadi lebih penting sekarang, mengingat Jepang telah menyatakan niatnya untuk melakukan intervensi militer jika terjadi invasi China terhadap Taiwan.

Bagi Jepang, mengusir China dari Selat Taiwan sangat penting untuk bertahan hidup dan mencegah dominasi Beijing sepenuhnya. Taiwan hanya berjarak 110 kilometer dari Pulau Yonaguni Jepang.

Serupa dengan itu, Taiwan terletak hanya 170 kilometer dari Kepulauan Senkaku yang dikuasai Jepang—namun diklaim China sebagai Diaoyu. Perairan sekitar wilayah itu secara rutin dieksplorasi oleh pasukan Beijing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Profil Orlando Gill,...
Profil Orlando Gill, Pahlawan Paraguay yang Kubur Ambisi Jerman di Piala Dunia 2026
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved