Ratusan Orang Masih Hilang dalam Kebakaran Hong Kong, Korban Tewas Jadi 65 Jiwa
Kamis, 27 November 2025 - 22:32 WIB
loading...
Kebakaran terjadi di kompleks perumahan di Hong Kong. Foto/aljazeera
A
A
A
HONG KONG - Sebanyak 65 orang tewas dan 70 orang lainnya luka-luka dalam kebakaran di satu perumahan di distrik Tai Po yang dimulai pada hari Rabu (26/11/2025), menurut Dinas Pemadam Kebakaran kota tersebut.
Sepuluh petugas pemadam kebakaran termasuk di antara korban luka.
Dua pekerja migran asal Indonesia tewas dalam kebakaran tersebut, menurut pihak berwenang Indonesia, sementara setidaknya dua orang lainnya diketahui terluka.
Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong mengatakan keempatnya adalah pekerja rumah tangga di negara-kota tersebut. Mereka terus memantau status warga negara Indonesia di distrik Tai Po.
Lebih dari 142.000 warga Indonesia tinggal di Hong Kong, menjadikan mereka etnis minoritas terbesar kedua di kota tersebut setelah warga Filipina, menurut data sensus tahun 2021.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, telah mengumumkan setiap unit perumahan yang terdampak kebakaran akan menerima dana darurat sebesar 10.000 dolar Hong Kong (USD1.285) pada malam ini.
Pemimpin tersebut juga mengatakan pemerintah akan menyiapkan dana sebesar 300 juta dolar Hong Kong (USD38,6 juta) untuk membantu warga dari perumahan tersebut.
Dana tersebut juga akan menyediakan 1.000 kamar hotel dan hostel bagi keluarga untuk menginap hingga dua pekan.
Di tengah kekhawatiran keselamatan terkait praktik pembangunan, Lee menambahkan 100 kontraktor di seluruh kota akan memiliki waktu tujuh hari untuk menyerahkan dokumen yang menjamin penggunaan material tahan api.
Kebakaran di Wang Fuk Court diyakini diperparah oleh perancah bambu, jaring, dan busa, material yang digunakan selama renovasi yang sedang berlangsung.
Para pejabat Hong Kong kini mengatakan kota tersebut akan sepenuhnya beralih dari bambu ke perancah baja, yang lebih tahan api.
“Pemerintah akan berdiskusi dengan industri tentang cara menerapkan perubahan tersebut sesegera mungkin,” ujar Sekretaris Utama Eric Chan.
Para pejabat secara terpisah mengatakan semua lokasi harus menyerahkan laporan mengenai perancah mereka dalam pekan depan, dan mereka telah memeriksa 11 proyek lain yang dikelola perusahaan konstruksi yang sama.
Baca juga: Ikhwanul Muslimin Tolak Penetapan Teroris oleh AS, Tuding UEA dan Israel Terlibat
Sepuluh petugas pemadam kebakaran termasuk di antara korban luka.
Dua pekerja migran asal Indonesia tewas dalam kebakaran tersebut, menurut pihak berwenang Indonesia, sementara setidaknya dua orang lainnya diketahui terluka.
Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong mengatakan keempatnya adalah pekerja rumah tangga di negara-kota tersebut. Mereka terus memantau status warga negara Indonesia di distrik Tai Po.
Lebih dari 142.000 warga Indonesia tinggal di Hong Kong, menjadikan mereka etnis minoritas terbesar kedua di kota tersebut setelah warga Filipina, menurut data sensus tahun 2021.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, telah mengumumkan setiap unit perumahan yang terdampak kebakaran akan menerima dana darurat sebesar 10.000 dolar Hong Kong (USD1.285) pada malam ini.
Pemimpin tersebut juga mengatakan pemerintah akan menyiapkan dana sebesar 300 juta dolar Hong Kong (USD38,6 juta) untuk membantu warga dari perumahan tersebut.
Dana tersebut juga akan menyediakan 1.000 kamar hotel dan hostel bagi keluarga untuk menginap hingga dua pekan.
Di tengah kekhawatiran keselamatan terkait praktik pembangunan, Lee menambahkan 100 kontraktor di seluruh kota akan memiliki waktu tujuh hari untuk menyerahkan dokumen yang menjamin penggunaan material tahan api.
Kebakaran di Wang Fuk Court diyakini diperparah oleh perancah bambu, jaring, dan busa, material yang digunakan selama renovasi yang sedang berlangsung.
Para pejabat Hong Kong kini mengatakan kota tersebut akan sepenuhnya beralih dari bambu ke perancah baja, yang lebih tahan api.
“Pemerintah akan berdiskusi dengan industri tentang cara menerapkan perubahan tersebut sesegera mungkin,” ujar Sekretaris Utama Eric Chan.
Para pejabat secara terpisah mengatakan semua lokasi harus menyerahkan laporan mengenai perancah mereka dalam pekan depan, dan mereka telah memeriksa 11 proyek lain yang dikelola perusahaan konstruksi yang sama.
Baca juga: Ikhwanul Muslimin Tolak Penetapan Teroris oleh AS, Tuding UEA dan Israel Terlibat
(sya)
Lihat Juga :