Rusia Ungkap AS Rekrut Tentara Bayaran untuk Ukraina di Filipina

Kamis, 27 November 2025 - 21:30 WIB
loading...
Rusia Ungkap AS Rekrut...
Tentara bayaran dikerahkan di Ukraina untuk melawan Rusia. Foto/anadolu
A A A
MOSKOW - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan Amerika Serikat (AS) telah meluncurkan kampanye di Filipina untuk merekrut sukarelawan guna bertempur di pihak angkatan bersenjata Ukraina, dengan Kedutaan Besar Jerman menerbitkan visa Schengen.

Tudingan itu dilontarkan Maria Zakharova pada Kamis (27/11/2025). Gaji bulanan menggiurkan ditawarkan untuk para pelamar yang berminat.

"Menurut informasi yang masuk, perwakilan AS telah meluncurkan kampanye di Filipina untuk merekrut warga negara setempat guna bertempur di pihak angkatan bersenjata Ukraina ... Prioritas diberikan kepada mantan pegawai badan keamanan Filipina dan pensiunan personel militer. Para pelamar dijanjikan gaji bulanan sebesar USD5.000," ujar Zakharova dalam pengarahan.

Perekrutan dilakukan oleh badan keamanan AS dari Florida, dan sebelum dikirim ke zona konflik, para rekrutan menjalani pelatihan di bawah pengawasan instruktur AS dan menerima visa Schengen Jerman, menurut juru bicara tersebut.

"Visa kerja Schengen diterbitkan di bagian konsuler Kedutaan Besar Jerman di Manila," ungkap Zakharova.

Baca juga: Ikhwanul Muslimin Tolak Penetapan Teroris oleh AS, Tuding UEA dan Israel Terlibat
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
20 Negara yang Lolos...
20 Negara yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
8 Olahraga yang Pernah...
8 Olahraga yang Pernah Dilakukan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved