2 Tentara Garda Nasional AS Ditembak di Dekat Gedung Putih, Kondisinya Kritis

Kamis, 27 November 2025 - 07:29 WIB
loading...
2 Tentara Garda Nasional...
Dua tentara Garda Nasional West Virginia ditembak pria bersenjata di dekat Gedung Putih, Amerika Serikat. Kondisi mereka sekarang kritis di rumah sakit. Foto/The New York Times
A A A
WASHINGTON - Dua tentara Garda Nasional West Virginia yang dikerahkan ke Ibu Kota Amerika Serikat (AS), Washington DC, ditembak pada hari Rabu, hanya beberapa blok dari Gedung Putih. Kondisi kedua tentara itu sekarang kritis.

Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Kash Patel dan Wali Kota Washington Muriel Bowser mengatakan para anggota Garda Nasional tersebut sedang dirawat di rumah sakit. Bowser mengatakan mereka adalah korban "penembakan terarah".

Gubernur West Virginia Patrick Morrisey awalnya mengatakan kedua tersebut telah tewas, tetapi kemudian menarik kembali pernyataannya dan mengatakan bahwa kantornya menerima laporan yang saling bertentangan tentang kondisi mereka.

Baca Juga: Bak Film Action, Pria Ini Umbar 50 Tembakan ke Jalan Ramai di Sydney, 16 Orang Terluka

Kantor gubernur tidak segera menanggapi pertanyaan tentang serangan dan kondisi kedua tentara tersebut.

Seorang tersangka yang ditahan juga terkena tembakan dan mengalami luka yang diyakini tidak mengancam jiwa. Demikian disampaikan seorang pejabat penegak hukum yang berbicara kepada The Associated Press dengan syarat anonim.

"Kami terus berkomunikasi dengan pejabat federal seiring dengan berlanjutnya penyelidikan," kata Gubernur Morrisey.

Pihak penegak hukum sedang meninjau rekaman video pengawasan dari tempat kejadian dan meyakini tersangka mendekati tentara dan mengeluarkan senjata api.

Setidaknya salah satu tentara terlibat baku tembak dengan pelaku penembakan, kata pejabat penegak hukum. Penyidik sedang berusaha menentukan motif pelaku penembakan, termasuk apakah tersangka menargetkan tentara untuk alasan tertentu.

Penembakan itu terjadi di sekitar dua blok di barat laut Gedung Putih.

Video yang dibagikan di media sosial segera setelah kejadian menunjukkan petugas tanggap darurat mencoba melakukan CPR pada salah satu tentara dan merawat yang lainnya di trotoar yang tertutup kaca. Petugas lain terlihat beberapa langkah darinya menahan seseorang yang tergeletak di tanah.

Saksi mata, Stacy Walters, mengatakan dia berada di dalam mobil di dekat tempat kejadian perkara ketika dia mendengar dua tembakan dan melihat orang-orang berlarian. Seketika, aparat penegak hukum menyerbu area tersebut. "Hari ini sungguh indah. Siapa yang tega melakukan ini, padahal kita sedang bersiap-siap untuk liburan?" katanya.

Petugas medis darurat telah membawa dua tentara dan seorang tersangka penembakan ke rumah sakit, menurut Vito Maggiolo, petugas informasi publik untuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Gawat Darurat Washington DC.

Kehadiran Garda Nasional di ibu kota negara telah menjadi isu yang memanas selama berbulan-bulan, memicu pertarungan hukum dan debat kebijakan publik yang lebih luas tentang penggunaan militer oleh pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memerangi apa yang disebut para pejabat sebagai masalah kejahatan yang tak terkendali.

Lebih dari 300 anggota Garda Nasional West Virginia dikerahkan ke Washington DC pada bulan Agustus. Pekan lalu, sekitar 160 dari mereka mengajukan diri untuk memperpanjang penugasan mereka hingga akhir tahun, sementara yang lainnya kembali ke West Virginia lebih dari seminggu yang lalu.

Garis polisi telah menutup lokasi kejadian di mana lampu kendaraan pemadam kebakaran dan polisi menyala-nyala serta baling-baling helikopter berdebum di atas kepala. Agen dari Secret Service dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) berada di lokasi kejadian, sementara pasukan Garda Nasional berjaga di dekatnya. Setidaknya satu helikopter mendarat di National Mall.

Presiden Donald Trump, yang berada di Florida untuk merayakan Thanksgiving, memperingatkan dalam sebuah pernyataan di media sosial bahwa "binatang" yang menembak para anggota Garda Nasional "akan membayar harga yang sangat mahal."

"Tuhan memberkati Garda Nasional kita yang agung, dan seluruh militer dan penegak hukum kita. Mereka sungguh orang-orang hebat," tulis Trump di Truth Social. "Saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, dan semua orang yang terkait dengan Kantor Kepresidenan, bersama Anda!"

Di Fort Campbell, Kentucky, Wakil Presiden JD Vance mendesak "setiap orang yang beriman" untuk mendoakan kedua anggota Garda Nasional tersebut. Dia memperingatkan bahwa masih banyak yang belum diketahui, termasuk motif penembakan.

"Saya pikir ini adalah pengingat yang muram bahwa para prajurit, baik yang aktif bertugas, cadangan, maupun Garda Nasional, prajurit kita adalah pedang dan perisai Amerika Serikat," kata Vance saat menyampaikan pesan Thanksgiving kepada para prajurit.

Seorang juru bicara Wali Kota Muriel Bowser mengatakan para pemimpin setempat secara aktif memantau situasi. Bowser menghabiskan pagi harinya di acara Thanksgiving di Convention Center dan kemudian mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan mengapa dia tidak mencalonkan diri kembali.

Trump mengeluarkan perintah darurat pada bulan Agustus yang memfederalisasi kepolisian setempat dan mengirim pasukan Garda Nasional dari delapan negara bagian dan Distrik Columbia (DC). Perintah tersebut berakhir sebulan kemudian, tetapi pasukan tersebut tetap ada.

Para prajurit telah berpatroli di lingkungan sekitar, stasiun kereta api, dan lokasi lainnya, berpartisipasi dalam pos pemeriksaan jalan raya, serta ditugaskan untuk memungut sampah dan menjaga acara olahraga.

Pekan lalu, seorang hakim federal memerintahkan penghentian pengerahan pasukan tersebut tetapi juga menangguhkan perintahnya selama 21 hari untuk memberi waktu bagi pemerintahan Trump untuk menarik pasukan tersebut atau mengajukan banding atas keputusan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved