Rusia Serang Ukraina Besar-besaran meski Sedang Didamaikan AS

Selasa, 25 November 2025 - 11:27 WIB
loading...
A A A
Serangan nyaris tanpa henti terhadap fasilitas-fasilitas penting dan sistem pemanas Ukraina terjadi saat Amerika Serikat (AS) berupaya mendamaikan Rusia dan Ukraina. AS telah mengajukan proposal perdamaian, yang dianggap para pakar sebagian besar menguntungkan Rusia.

"Ini musim dingin yang dingin dan banyak pembangkit listrik besar telah diserang, secara halus, secara halus," kata Presiden AS Donald Trump pada 21 November lalu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga memperingatkan rakyat Ukraina untuk mengantisipasi serangan lanjutan di tengah negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung—dan mendesak mitra internasional untuk memperhatikan ketidakpedulian Rusia terhadap diplomasi.

"Kita juga harus menyadari bahwa Rusia tidak akan mengurangi tekanan pada kita, pada Ukraina, pada rakyat kita," kata Zelensky beberapa jam sebelum Rusia meluncurkan rudal balistik ke Kyiv.

"Saat ini, minggu-minggu ini, kita harus sangat waspada terhadap peringatan serangan udara dan semua ancaman serangan serupa. Kita memahami betul siapa yang kita hadapi...Dan akan adil bagi semua mitra kita—dan terutama bagi pihak Amerika—untuk mempertimbangkan ancaman bahwa...jika kita benar-benar mengakhiri perang, maka seharusnya tidak ada rudal, tidak ada serangan besar-besaran terhadap Ukraina, terhadap rakyat kita," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Konflik AS-Iran Meluas,...
Konflik AS-Iran Meluas, Kuwait Jadi Sasaran Serangan Rudal dan Drone
Gunung Sampah Longsor...
Gunung Sampah Longsor Timpa Puluhan Pekerja TPA, 9 Orang Tewas
Rekomendasi
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
Berita Terkini
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved