AS Tetapkan Arab Saudi Berstatus Sekutu Non-NATO, Berikut 4 Keuntungannya

Minggu, 23 November 2025 - 19:20 WIB
loading...
A A A
Taiwan juga diperlakukan sebagai sekutu utama non-NATO, meskipun belum menerima penetapan resmi.

Israel, Mesir, Jepang, Australia, dan Korea Selatan adalah negara-negara pertama yang diberikan status tersebut setelah Amandemen Nunn disahkan pada tahun 1987.

Pemerintahan Bill Clinton kemudian menambahkan Selandia Baru, Yordania, dan Argentina pada tahun 1996 dan 1998.

Setelah serangan 11 September dan selama perang AS di Irak dan Afghanistan, Presiden George W. Bush menetapkan Bahrain, Filipina, Thailand, Kuwait, Maroko, dan Pakistan. Taiwan juga menerima status de facto selama periode ini.

Presiden Barack Obama menambahkan Afghanistan pada tahun 2012 dan Tunisia pada tahun 2015, tetapi status Afghanistan dicabut setelah Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021.

Trump menambahkan Brasil pada tahun 2019, sementara pendahulunya, Joe Biden, menambahkan Kolombia dan Qatar pada tahun 2022.

Pada tahun 2024, Presiden Biden juga menjadikan Kenya sebagai sekutu utama non-NATO pertama di Afrika Sub-Sahara.

Namun, pada bulan Agustus 2025, Senat AS memerintahkan peninjauan menyeluruh terhadap status MNNA Kenya, yang diperkirakan akan selesai pada musim semi mendatang.

Baca Juga: Maskapai Batalkan Penerbangan ke Venezuela, Akankah Invasi AS Segera Dimulai?

3. Ikut Mengembangkan Teknologi Militer AS

Status ini memberikan berbagai hak istimewa militer, ekonomi, dan keamanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Iran Larang Badan Energi...
Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved