Menlu AS Disebut Keceplosan Proposal 28 Poin Perdamaian Ukraina Adalah Pesanan Rusia
Minggu, 23 November 2025 - 12:16 WIB
loading...
A
A
A
"Ini bukan rekomendasi kami. Ini bukan rencana perdamaian kami," ujarnya.
King menguatkan komentar tersebut, dengan mengatakan "rencana 28 poin yang bocor—yang menurut Menteri Rubio bukanlah posisi pemerintah—pada dasarnya adalah daftar keinginan Rusia yang sekarang sedang diajukan kepada Eropa dan Ukraina."
Rubio, melalui unggahan di X, membantah klaim para senator tersebut.
"Proposal perdamaian itu disusun oleh AS," tulis Rubio pada Sabtu malam.
“Rencana ini ditawarkan sebagai kerangka kerja yang kuat untuk negosiasi yang sedang berlangsung. Rencana ini didasarkan pada masukan dari pihak Rusia. Namun, rencana ini juga didasarkan pada masukan sebelumnya dan yang sedang berlangsung dari Ukraina," paparnya.
Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri, Tommy Pigott, juga membantah klaim para senator tersebut, membagikan sebuah unggahan di X yang mengutip komentar King.
“Ini jelas-jelas salah,” tulis Pigott. “Seperti yang selalu ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Rubio dan seluruh pemerintahan, rencana ini disusun oleh Amerika Serikat, dengan masukan dari Rusia dan Ukraina.”
King menguatkan komentar tersebut, dengan mengatakan "rencana 28 poin yang bocor—yang menurut Menteri Rubio bukanlah posisi pemerintah—pada dasarnya adalah daftar keinginan Rusia yang sekarang sedang diajukan kepada Eropa dan Ukraina."
Rubio, melalui unggahan di X, membantah klaim para senator tersebut.
"Proposal perdamaian itu disusun oleh AS," tulis Rubio pada Sabtu malam.
“Rencana ini ditawarkan sebagai kerangka kerja yang kuat untuk negosiasi yang sedang berlangsung. Rencana ini didasarkan pada masukan dari pihak Rusia. Namun, rencana ini juga didasarkan pada masukan sebelumnya dan yang sedang berlangsung dari Ukraina," paparnya.
Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri, Tommy Pigott, juga membantah klaim para senator tersebut, membagikan sebuah unggahan di X yang mengutip komentar King.
“Ini jelas-jelas salah,” tulis Pigott. “Seperti yang selalu ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Rubio dan seluruh pemerintahan, rencana ini disusun oleh Amerika Serikat, dengan masukan dari Rusia dan Ukraina.”
Lihat Juga :