Menteri Intelijen Iran: Musuh-musuh Mencoba Membunuh Ayatollah Khamenei
Minggu, 23 November 2025 - 11:36 WIB
loading...
Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib sebut musuh-musuh Republik Islam Iran sedang berusaha menargetkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, termasuk upaya untuk membunuhnya. Foto/Iran International
A
A
A
TEHERAN - Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib mengatakan bahwa musuh-musuh Republik Islam sedang berusaha menargetkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, termasuk upaya untuk membunuhnya.
Selain itu, kata Khatib, ada upaya untuk memicu gelombang kerusuhan baru di Iran.
Khatib menggambarkan Khamenei sebagai "pilar dan poros" Republik Islam Iran. "Itulah sebabnya musuh mencoba menargetkan kepemimpinan...terkadang melalui pembunuhan dan terkadang melalui serangan permusuhan yang saat ini mungkin bahkan dilakukan dari dalam negeri," katanya pada hari Sabtu.
Baca Juga: Siap Perang Lagi, Iran Sekarang Mampu Tembakkan 2.000 Rudal Sekaligus yang Lumpuhkan Israel
Di tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang dugaan upaya untuk menargetkan Khamenei, meskipun pejabat senior lainnya sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran serupa.
Pada 11 November, Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan dalam pidatonya di gedung Parlemen bahwa selama perang 12 hari melawan agresi Israel dia khawatir Khamenei akan dirugikan.
Menurutnya, kohesi dan stabilitas Iran bergantung pada keamanan sang pemimpin tertinggi. Dia memperingatkan bahwa serangan terhadapnya selama perang bulan Juni lalu dapat memicu bentrokan internal yang menimbulkan ancaman lebih besar daripada musuh eksternal mana pun.
Pada bulan Juni, Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons komentar Khamenei tentang kemenangan perang 12 hari dengan mengatakan AS tahu di mana Khamenei bersembunyi selama perang tetapi tidak ingin dia dibunuh "untuk saat ini".
Awal bulan ini, surat kabar Israel, Israel Hayom, dalam sebuah analisis tentang ancaman Iran yang berkelanjutan terhadap Israel, menulis bahwa opsi untuk membunuh Khamenei tidak diupayakan dalam pertempuran bulan Juni tetapi "masih mungkin."
Khatib mengatakan musuh-musuh Iran telah beralih dari upaya untuk menggulingkan Republik Islam ke upaya yang bertujuan untuk melemahkannya dari dalam, termasuk melalui upaya untuk menargetkan kepemimpinan.
Lebih lanjut, Khatib mengatakan dalam kunjungannya ke Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad bahwa Israel dan Amerika Serikat telah mengubah strategi mereka dari penggulingan dan disintegrasi menjadi penahanan melalui tekanan, menggunakan serangan siber, disinformasi, dan upaya untuk memicu perpecahan sosial.
Menurutnya upaya-upaya tersebut dimaksudkan untuk merusak kepercayaan publik dan menabur perselisihan.
"Siapa pun yang secara sadar atau tidak sadar berjalan di jalur ini sedang melayani tujuan musuh," katanya, seperti dikutip Iran International, Minggu (23/11/2025).
Selain itu, kata Khatib, ada upaya untuk memicu gelombang kerusuhan baru di Iran.
Khatib menggambarkan Khamenei sebagai "pilar dan poros" Republik Islam Iran. "Itulah sebabnya musuh mencoba menargetkan kepemimpinan...terkadang melalui pembunuhan dan terkadang melalui serangan permusuhan yang saat ini mungkin bahkan dilakukan dari dalam negeri," katanya pada hari Sabtu.
Baca Juga: Siap Perang Lagi, Iran Sekarang Mampu Tembakkan 2.000 Rudal Sekaligus yang Lumpuhkan Israel
Di tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang dugaan upaya untuk menargetkan Khamenei, meskipun pejabat senior lainnya sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran serupa.
Pada 11 November, Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan dalam pidatonya di gedung Parlemen bahwa selama perang 12 hari melawan agresi Israel dia khawatir Khamenei akan dirugikan.
Menurutnya, kohesi dan stabilitas Iran bergantung pada keamanan sang pemimpin tertinggi. Dia memperingatkan bahwa serangan terhadapnya selama perang bulan Juni lalu dapat memicu bentrokan internal yang menimbulkan ancaman lebih besar daripada musuh eksternal mana pun.
Pada bulan Juni, Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons komentar Khamenei tentang kemenangan perang 12 hari dengan mengatakan AS tahu di mana Khamenei bersembunyi selama perang tetapi tidak ingin dia dibunuh "untuk saat ini".
Awal bulan ini, surat kabar Israel, Israel Hayom, dalam sebuah analisis tentang ancaman Iran yang berkelanjutan terhadap Israel, menulis bahwa opsi untuk membunuh Khamenei tidak diupayakan dalam pertempuran bulan Juni tetapi "masih mungkin."
Khatib mengatakan musuh-musuh Iran telah beralih dari upaya untuk menggulingkan Republik Islam ke upaya yang bertujuan untuk melemahkannya dari dalam, termasuk melalui upaya untuk menargetkan kepemimpinan.
Lebih lanjut, Khatib mengatakan dalam kunjungannya ke Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad bahwa Israel dan Amerika Serikat telah mengubah strategi mereka dari penggulingan dan disintegrasi menjadi penahanan melalui tekanan, menggunakan serangan siber, disinformasi, dan upaya untuk memicu perpecahan sosial.
Menurutnya upaya-upaya tersebut dimaksudkan untuk merusak kepercayaan publik dan menabur perselisihan.
"Siapa pun yang secara sadar atau tidak sadar berjalan di jalur ini sedang melayani tujuan musuh," katanya, seperti dikutip Iran International, Minggu (23/11/2025).
(mas)
Lihat Juga :