Klaim Sensasional Mossad: Jaringan Hamas Berkeliaran di Eropa untuk Serang Komunitas Israel
Minggu, 23 November 2025 - 07:11 WIB
loading...
Mossad klaim Hamas kembangkan jaringan operasional di seluruh Eropa untuk serang komunitas Israel dan Yahudi. Foto/Palestine Chronicle
A
A
A
TEL AVIV - Mossad, badan intelijen Israel, menyampaikan klaim sensasional yang menyebut Hamas telah mengembangkan jaringan operasional di seluruh Eropa yang bekerja melalui sel-sel rahasia. Menurut badan mata-mata Zionis tersebut, jaringan itu bermaksud untuk menyerang komunitas Israel dan Yahudi.
Dalam sebuah pernyataan, Mossad mengatakan bahwa kerja sama dengan dinas keamanan Eropa telah menghasilkan penemuan senjata, penangkapan tersangka, dan pencegahan serangan terencana.
Baca Juga: Iran Gantung Mata-mata Mossad
Menurut pernyataan tersebut, mitra Eropa membantu menggagalkan rencana yang ditujukan terhadap komunitas Israel dan Yahudi. Aksi bersama di negara-negara seperti Jerman dan Austria mengakibatkan beberapa tersangka ditahan dan penyitaan stok senjata yang disiapkan untuk digunakan "serangan atas perintah" terhadap warga sipil.
Salah satu terobosan kunci yang dikutip oleh para penyelidik terjadi di Wina September lalu. Dinas keamanan DSN Austria menemukan simpanan senjata berisi pistol dan bahan peledak, lalu mengaitkannya dengan Mohammad Naim—putra pejabat senior biro politik Hamas, Bassem Naim, yang dekat dengan Khalil al-Hayya, seorang pemimpin senior Hamas di Gaza.
Mossad menuduh pimpinan Hamas di luar negeri diam-diam memfasilitasi upaya ini. "Keterlibatan pimpinan organisasi di Qatar dalam memajukan operasi teror bukanlah yang pertama kali terungkap," kata Mossad.
"Tokoh-tokoh senior Hamas terus secara terbuka menyangkal adanya hubungan apa pun sebagai bagian dari upaya untuk melindungi citra kelompok tersebut di kancah internasional," paparnya, seperti dikutip dari NDTV, Minggu (23/11/2025).
Badan tersebut juga merujuk pada pertemuan antara Mohammad Naim dan ayahnya di Qatar pada bulan September, dengan mengatakan bahwa pertemuan tersebut mungkin mencerminkan dukungan resmi Hamas untuk operasi di Eropa.
Dalam pernyataannya, Mossad memperingatkan bahwa penyangkalan yang terus-menerus oleh para pemimpin senior "dapat menandakan hilangnya kendali oleh pimpinan atas para operator nakal."
Para penyelidik juga berfokus pada individu-individu yang berafiliasi dengan Hamas yang bekerja dari Turki, yang telah lama menjadi basis organisasi tersebut.
Pihak berwenang Jerman telah menangkap Burhan al-Khatib pada bulan November. Para pejabat setempat mengatakan dia sebelumnya aktif di Turki sebelum pindah.
Sementara itu, badan intelijen Eropa telah memperluas tindakan keras mereka melampaui intervensi keamanan langsung. Pihak berwenang di Jerman, misalnya, telah menargetkan badan amal dan lembaga keagamaan yang dicurigai membantu Hamas mengumpulkan dana atau menyebarkan ideologi ekstremis, memandang mereka sebagai bagian penting dari infrastruktur organisasi di benua itu.
Mossad menekankan bahwa Hamas meningkatkan aktivitas luar negerinya setelah serangan 7 Oktober di Israel, dengan berupaya membangun sel-sel rahasia dan kemampuan operasional di luar negeri dengan cara yang serupa dengan strategi yang digunakan oleh Iran dan proksi-proksinya.
Badan intelijen tersebut mengatakan saat ini sedang berupaya menggagalkan "puluhan rencana serangan" di seluruh dunia, yang menggarisbawahi komitmennya untuk melindungi komunitas Israel dan Yahudi di tingkat internasional.
Dalam sebuah pernyataan, Mossad mengatakan bahwa kerja sama dengan dinas keamanan Eropa telah menghasilkan penemuan senjata, penangkapan tersangka, dan pencegahan serangan terencana.
Baca Juga: Iran Gantung Mata-mata Mossad
Menurut pernyataan tersebut, mitra Eropa membantu menggagalkan rencana yang ditujukan terhadap komunitas Israel dan Yahudi. Aksi bersama di negara-negara seperti Jerman dan Austria mengakibatkan beberapa tersangka ditahan dan penyitaan stok senjata yang disiapkan untuk digunakan "serangan atas perintah" terhadap warga sipil.
Salah satu terobosan kunci yang dikutip oleh para penyelidik terjadi di Wina September lalu. Dinas keamanan DSN Austria menemukan simpanan senjata berisi pistol dan bahan peledak, lalu mengaitkannya dengan Mohammad Naim—putra pejabat senior biro politik Hamas, Bassem Naim, yang dekat dengan Khalil al-Hayya, seorang pemimpin senior Hamas di Gaza.
Mossad menuduh pimpinan Hamas di luar negeri diam-diam memfasilitasi upaya ini. "Keterlibatan pimpinan organisasi di Qatar dalam memajukan operasi teror bukanlah yang pertama kali terungkap," kata Mossad.
"Tokoh-tokoh senior Hamas terus secara terbuka menyangkal adanya hubungan apa pun sebagai bagian dari upaya untuk melindungi citra kelompok tersebut di kancah internasional," paparnya, seperti dikutip dari NDTV, Minggu (23/11/2025).
Badan tersebut juga merujuk pada pertemuan antara Mohammad Naim dan ayahnya di Qatar pada bulan September, dengan mengatakan bahwa pertemuan tersebut mungkin mencerminkan dukungan resmi Hamas untuk operasi di Eropa.
Dalam pernyataannya, Mossad memperingatkan bahwa penyangkalan yang terus-menerus oleh para pemimpin senior "dapat menandakan hilangnya kendali oleh pimpinan atas para operator nakal."
Para penyelidik juga berfokus pada individu-individu yang berafiliasi dengan Hamas yang bekerja dari Turki, yang telah lama menjadi basis organisasi tersebut.
Pihak berwenang Jerman telah menangkap Burhan al-Khatib pada bulan November. Para pejabat setempat mengatakan dia sebelumnya aktif di Turki sebelum pindah.
Sementara itu, badan intelijen Eropa telah memperluas tindakan keras mereka melampaui intervensi keamanan langsung. Pihak berwenang di Jerman, misalnya, telah menargetkan badan amal dan lembaga keagamaan yang dicurigai membantu Hamas mengumpulkan dana atau menyebarkan ideologi ekstremis, memandang mereka sebagai bagian penting dari infrastruktur organisasi di benua itu.
Mossad menekankan bahwa Hamas meningkatkan aktivitas luar negerinya setelah serangan 7 Oktober di Israel, dengan berupaya membangun sel-sel rahasia dan kemampuan operasional di luar negeri dengan cara yang serupa dengan strategi yang digunakan oleh Iran dan proksi-proksinya.
Badan intelijen tersebut mengatakan saat ini sedang berupaya menggagalkan "puluhan rencana serangan" di seluruh dunia, yang menggarisbawahi komitmennya untuk melindungi komunitas Israel dan Yahudi di tingkat internasional.
(mas)
Lihat Juga :