Ayah Zohran Mamdani Sebut Palestina Jadi Motivasi Putranya Maju Pemilihan Wali Kota New York

Sabtu, 22 November 2025 - 18:35 WIB
loading...
A A A
“Itu tidak mengejutkan kami, dengan kegigihan dan tekadnya,” katanya tentang pemilihan tersebut. “Saya rasa ia tidak bergabung dalam pemilihan dengan berpikir bahwa ia akan menang. Saya pikir ia bergabung dalam pemilihan dengan keinginan untuk menyampaikan maksudnya.”

Ia menelusuri kembali sebagian kemahiran Zohran dalam berpolitik hingga masa kecilnya. Zohran, jelas Mahmood, tidak dibesarkan dalam keluarga inti khas AS, melainkan tinggal bersama tiga generasi anggota keluarga.

Hidup dengan rentang usia yang beragam memungkinkan Zohran memperluas pemahamannya dan membangun keterampilan bersosialisasinya, menurut Mahmood.

“Dia tumbuh dengan cinta dan kesabaran. Dia belajar untuk sangat sabar terhadap orang-orang yang lebih lambat, orang-orang yang belum tentu seusia dengannya,” kata Mahmood.

“Dia sangat berbeda dari anak-anak Amerika di sekitar sini yang jarang bertemu kakek-nenek mereka.”

3. Menolak Status Quo

Mahmood juga mengaitkan kemenangan putranya dengan lanskap politik yang berubah, di mana para pemilih muak dengan status quo.

"Ada suasana perubahan. Anak muda memilih dengan cara yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya," kata Mahmood.

"Bagian-bagian masyarakat yang sebelumnya terpinggirkan – Muslim, imigran baru, baik Muslim maupun non-Muslim – ia memberi mereka kepercayaan diri yang luar biasa. Mereka keluar dan mereka memilih. Mereka memobilisasi.”

Media lokal di New York melaporkan bahwa jumlah pemilih dalam pemilihan wali kota bulan November adalah yang tertinggi dalam lebih dari 50 tahun. Lebih dari dua juta pemilih memberikan suara dalam pemilihan yang diawasi ketat ini.

Mahmood menganggap masa jabatan putranya yang akan datang sebagai wali kota sebagai ujian apakah kepercayaan pemilih itu akan dihargai.

“Amerika ditandai dengan tingkat partisipasi elektoral yang rendah, dan mereka selalu mengklaim bahwa ini karena kebanyakan orang puas dengan sistemnya,” kata Mahmood.

“Tetapi sekarang tingkat partisipasi politik meningkat. Dan kebanyakan orang, bukan hanya tidak puas, tetapi mereka tidak lagi percaya – atau mereka mulai percaya bahwa mungkin sistem elektoral adalah cara untuk mengubah keadaan. Masa jabatan wali kota Zohran akan memberi tahu kita apakah itu benar atau tidak.”

Mahmood berterus terang bahwa putranya menghadapi perjuangan berat sebagai wali kota. Ia menggambarkan politik sebagai ranah yang didominasi oleh pengaruh kekuatan-kekuatan berduit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
32 Negara Siap Meriahkan...
32 Negara Siap Meriahkan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026
Rodri Bungkam Mulut...
Rodri Bungkam Mulut Ronaldo dengan Trofi Piala Dunia 2026 dan Golden Ball
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Berita Terkini
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Infografis
Untuk Membangun Kembali...
Untuk Membangun Kembali Kota Gaza, Palestina Butuh Rp868 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved