Takut Ditemukan China, AS Ngebut Cari 2 Pesawat Militernya yang Jatuh di Laut China Selatan
Jum'at, 21 November 2025 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip The War Zone, Jumat (21/11/2025), jet tempur F/A-18E dilengkapi dengan komponen-komponen sensitif, seperti radar pemindai elektronik aktif AN/APG-79, rangkaian peperangan elektronik, peralatan identifikasi kawan atau musuh, dan sistem komunikasi serta berbagi data, serta perangkat lunak yang menjalankan semuanya. Armada F/A-18E/F Angkatan Laut yang ada juga telah mengalami upgrade signifikan dalam beberapa tahun terakhir, karena Angkatan Laut berencana untuk terus mengoperasikan jet-jet ini sebagai komponen inti dari sayap udara kapal induknya selama bertahun-tahun mendatang.
Sedangkan MH-60R adalah helikopter pemburu kapal selam milik Angkatan Laut AS. Ia dilengkapi dengan sensor sensitif, sistem penanggulangan, komunikasi, komputer, dan banyak lagi yang akan sangat menarik bagi musuh asing, terutama pesaing utama Angkatan Laut Amerika, yakni China.
Lantaran pentingnya peralatan dari dua pesawat militer yang jatuh ke laut itu, Angkatan Laut AS mengirimkan USNS Salvor.
“Keuntungan terbesar Angkatan Laut dengan kami di Salvor adalah kami siap siaga dengan ruang dekompresi di kapal untuk penyelam, dan kami memiliki kemampuan angkat berat,” ujar Kapten Mike Flanagan, seorang pelaut sipil dan nakhoda USNS Salvor.
“Kapal ini sangat kokoh. Dengan derek angkat 40 ton kami, kami dapat mengangkat benda-benda besar dan berat dari dasar laut," paparnya.
Sedangkan MH-60R adalah helikopter pemburu kapal selam milik Angkatan Laut AS. Ia dilengkapi dengan sensor sensitif, sistem penanggulangan, komunikasi, komputer, dan banyak lagi yang akan sangat menarik bagi musuh asing, terutama pesaing utama Angkatan Laut Amerika, yakni China.
Lantaran pentingnya peralatan dari dua pesawat militer yang jatuh ke laut itu, Angkatan Laut AS mengirimkan USNS Salvor.
“Keuntungan terbesar Angkatan Laut dengan kami di Salvor adalah kami siap siaga dengan ruang dekompresi di kapal untuk penyelam, dan kami memiliki kemampuan angkat berat,” ujar Kapten Mike Flanagan, seorang pelaut sipil dan nakhoda USNS Salvor.
“Kapal ini sangat kokoh. Dengan derek angkat 40 ton kami, kami dapat mengangkat benda-benda besar dan berat dari dasar laut," paparnya.
(mas)
Lihat Juga :