Pertama Kali, Menhan Bahrain dan Israel Berbicara Lewat Telepon

loading...
Pertama Kali, Menhan Bahrain dan Israel Berbicara Lewat Telepon
Warga Palestina menentang kesepakatan antara Bahrain, UEA dan Israel di Jalur Gaza, 12 September 2020. Foto/REUTERS
A+ A-
TEL AVIV - Menteri Pertahanan (Menhan) Bahrain dan Israel untuk pertama kali mengakui secara terbuka telah berbicara melalui telepon pada Senin (14/9).

Pengumuman ini muncul setelah kedua pihak sepakat menormalisasi hubungan. Kantor berita Bahrain, BNA dan juru bicara Kementerian Pertahanan Israel menyatakan Menhan Bahrain Abdulla bin Hassan Al-Nuaimi dan Menhan Israel Benny Gantz telah berbicara saat Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan penandatanganan kesepakatan dengan Israel di Washington pada Selasa (15/9).

Kedua menhan membahas pentingnya kesepakatan itu bagi stabilitas regional. “Ada harapan bersama untuk membangun kemitraan dekat antara dua menhan,” papar pernyataan BNA.

Gantz mengundang menhan Bahrain untuk melakukan kunjungan resmi ke Israel. Keduanya juga terus melanjutkan dialognya.

“Menteri industri dan perdagangan Bahrain dan menteri kerja sama regional Israel telah bicara melalui telepon dan membahas kerja sama perdagangan, industri dan pariwisata antara dua negara,” ungkap pernyataan BNA. (Baca Juga: Terungkap, AS Pernah Tembakkan Rudal yang Bisa Tepat Hantam Kim Jong-un)



BNA menambahkan, “Normalisasi akan berdampak positif bagi ekonomi kedua pihak.” (Baca Infografis: Kapal Angsa Siap Menantang Pelancong Keliling Benua)

Kesepakatan normalisasi itu mendapat kecaman dari Palestina dan berbagai negara lainnya. (Lihat Video: Tur Virtual Hagia Sophia Istanbul Turki Part 1)
(sya)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top