Pengantin Perempuan Ini Malu di Hadapan 1.000 Tamu karena Calon Suami Menghilang di Hari Pernikahan
Selasa, 18 November 2025 - 09:06 WIB
loading...
Nor Syafiqah Mohd Sharif, pengantin perempuan asal Malaysia yang gagal menikah karena calon suami menghilang di hari pernikahan. Foto/Kosmo
A
A
A
KUALA LUMPUR - Hari pernikahan Sabtu pekan lalu seharusnya menjadi hari terindah dalam hidup Nor Syafiqah Mohd Sharif (28), seorang pengantin perempuan asal Malaysia. Namun, hari tersebut justru menjadi hari yang membuatnya sedih dan malu luar biasa karena mempelai pria yang ditunggu untuk menikah tidak kunjung datang dan menghilang.
“Saya menunggu, tetapi dia tidak datang, dan panggilan [telepon] saya tidak dijawab. Saat itu, perasaan saya campur aduk, saya benar-benar sedih dan malu karena begitu banyak tamu yang datang," katanya.
“Pesta, dengan sekitar 1.000 tamu yang terdiri dari kerabat dan teman di rumah saya di Kampung Padang Luar, tetap berlangsung,” ujarnya, seperti dikutip dari WorldofBuzz, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga: Siswi Kelas 6 Meninggal setelah Dihukum Sit-up 100 Kali karena Datang Terlambat
Dia mengatakan mempelai pria berusia 36 tahun yang tinggal tak jauh dari lokasi pernikahan tidak bisa dihubungi hingga kini.
“Dia orang baik, tapi hubungan kami tidak pernah disetujui keluarganya. Meski begitu, dia bersikeras untuk melanjutkannya,” kata ibu tunggal satu anak yang gagal menikah tersebut.
“Saya sudah beberapa kali menolaknya karena khawatir keluarganya tidak akan menyukai saya, tapi dia terus kembali sampai kami memutuskan untuk menikah," paparnya.
Menurutnya, sehari sebelum upacara pernikahan, mempelai pria datang mengantarkan katering untuk pesta yang bertepatan dengan upacara pernikahan.
“Saya mengurus katering sendiri karena saya punya bisnis makanan. Ketika dia datang mengantarkan barang-barang, dia tidak mengatakan hal yang mencurigakan," kata Nor.
“Malam itu juga, dia tidak menghadiri acara makan malam, dan saya sudah merasa ada yang tidak beres. Pada hari upacara, dia masih tidak bisa dihubungi,” jelasnya.
Nor mengaku menangis seharian setelah calon suaminya tak kunjung muncul, sebelum akhirnya gaun pengantin dilepas dan berganti pakaian biasa pukul 11.00.
“Dia bekerja sebagai sopir truk dan terkadang membantu di toko makanan saya. Saya juga membuka usaha cuci mobil dan berencana memintanya untuk mengurusnya, tetapi semuanya berantakan,” ujarnya.
Nor menambahkan bahwa resepsi pernikahan yang dijadwalkan pada 13 Desember juga terpaksa dibatalkan.
“Saya menghabiskan sekitar RM12.000 untuk pesta pernikahan ini, tetapi tidak berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Menurutnya, dia telah bertemu dengan pengacara untuk meminta nasihat hukum dan berencana untuk mengajukan gugatan.
“Namun, jika mereka datang dan menjelaskan apa yang terjadi, mungkin saya akan mempertimbangkan untuk bersikap lunak. Apa pun itu, saya perlu membicarakannya dengan saudara-saudara saya,” ujarnya.
“Saya menunggu, tetapi dia tidak datang, dan panggilan [telepon] saya tidak dijawab. Saat itu, perasaan saya campur aduk, saya benar-benar sedih dan malu karena begitu banyak tamu yang datang," katanya.
“Pesta, dengan sekitar 1.000 tamu yang terdiri dari kerabat dan teman di rumah saya di Kampung Padang Luar, tetap berlangsung,” ujarnya, seperti dikutip dari WorldofBuzz, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga: Siswi Kelas 6 Meninggal setelah Dihukum Sit-up 100 Kali karena Datang Terlambat
Dia mengatakan mempelai pria berusia 36 tahun yang tinggal tak jauh dari lokasi pernikahan tidak bisa dihubungi hingga kini.
“Dia orang baik, tapi hubungan kami tidak pernah disetujui keluarganya. Meski begitu, dia bersikeras untuk melanjutkannya,” kata ibu tunggal satu anak yang gagal menikah tersebut.
“Saya sudah beberapa kali menolaknya karena khawatir keluarganya tidak akan menyukai saya, tapi dia terus kembali sampai kami memutuskan untuk menikah," paparnya.
Menurutnya, sehari sebelum upacara pernikahan, mempelai pria datang mengantarkan katering untuk pesta yang bertepatan dengan upacara pernikahan.
“Saya mengurus katering sendiri karena saya punya bisnis makanan. Ketika dia datang mengantarkan barang-barang, dia tidak mengatakan hal yang mencurigakan," kata Nor.
“Malam itu juga, dia tidak menghadiri acara makan malam, dan saya sudah merasa ada yang tidak beres. Pada hari upacara, dia masih tidak bisa dihubungi,” jelasnya.
Nor mengaku menangis seharian setelah calon suaminya tak kunjung muncul, sebelum akhirnya gaun pengantin dilepas dan berganti pakaian biasa pukul 11.00.
“Dia bekerja sebagai sopir truk dan terkadang membantu di toko makanan saya. Saya juga membuka usaha cuci mobil dan berencana memintanya untuk mengurusnya, tetapi semuanya berantakan,” ujarnya.
Nor menambahkan bahwa resepsi pernikahan yang dijadwalkan pada 13 Desember juga terpaksa dibatalkan.
“Saya menghabiskan sekitar RM12.000 untuk pesta pernikahan ini, tetapi tidak berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Menurutnya, dia telah bertemu dengan pengacara untuk meminta nasihat hukum dan berencana untuk mengajukan gugatan.
“Namun, jika mereka datang dan menjelaskan apa yang terjadi, mungkin saya akan mempertimbangkan untuk bersikap lunak. Apa pun itu, saya perlu membicarakannya dengan saudara-saudara saya,” ujarnya.
(mas)
Lihat Juga :