Negara NATO Ini Luncurkan Manuver Militer Besar-besaran di Dekat Rusia

Selasa, 18 November 2025 - 06:51 WIB
loading...
Negara NATO Ini Luncurkan...
Finlandia, anggota baru NATO, meluncurkan latihan perang besar-besaran di wilayah yang hanya berjarak 100 km dari perbatasan Rusia. Foto/Kementerian Pertahanan Finlandia/Kementerian Pertahanan Polandia
A A A
HELSINKI - Finlandia, anggota baru NATO, telah meluncurkan latihan perang berskala besar di wilayah yang hanya berjarak 100 km dari perbatasan Rusia. Manuver militer besar-besaran ini diumumkan Pasukan Pertahanan Finlandia (FDF).

FDF, dalam sebuah pernyataan, mengatakan latihan tembak artileri "Northern Strike 225" dimulai pada hari Senin dan akan berlanjut selama seminggu di lapangan tembak Rovajarvi di bagian timur laut Finlandia.

Latihan perang tersebut mempertemukan tiga brigade Finlandia, pasukan penjaga perbatasan negara, dan baterai peluncur roket ganda Polandia.

Baca Juga: NATO Merasa Terancam dengan Rudal Nuklir Burevestnik Rusia yang Mengerikan

Sebanyak 2.200 personel dan 500 kendaraan militer berpartisipasi dalam latihan perang tersebut, yang menurut FDF dibutuhkan untuk melatih sistem artileri Angkatan Darat dan mengembangkan kinerjanya dalam kondisi awal musim dingin yang berat, sekaligus meningkatkan koordinasi antar-unit.

"Northern Strike 225 merupakan latihan penembakan artileri dan mortir paling signifikan...di mana kami akan menyempurnakan keterampilan unit-unit penembak," kata komandan latihan perang, Letnan Kolonel Kimmo Ruotsalainen.

Menurut militer Finlandia, akhir tahun akan menjadi "periode pelatihan intensif" bagi pasukannya, dengan sekitar 20.000 prajurit dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara berpartisipasi dalam latihan di seluruh negeri antara November hingga Desember.

Finlandia, yang berbatasan darat sekitar 1.340 km (830 mil) dengan Rusia, meninggalkan kebijakan netralitasnya yang telah lama berlaku dan bergabung dengan NATO pada April 2023, dengan alasan kekhawatiran keamanan terkait perang Rusia-Ukraina. Tahun berikutnya, negara Nordik lainnya, Swedia, juga menjadi anggota blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut.

Setelah perang pecah antara Moskow dan Kyiv pada Februari 2022, Helsinki memberlakukan beberapa putaran sanksi terhadap Rusia dan menutup perbatasan kedua negara, yang justru merugikan bisnis Finlandia dari sektor wisatawan Rusia.

Selama perang Rusia-Ukraina, Presiden Finlandia Alexander Stubb telah menjadi salah satu kritikus Moskow yang paling keras di Uni Eropa, yang menganjurkan peningkatan bantuan militer Barat ke Kyiv. Pekan lalu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut Stubb sebagai "militarist hawk".

Peskov sebelumnya mengatakan bahwa Rusia sebelumnya tidak memiliki masalah dengan Finlandia dan Swedia, dan menyatakan penyesalannya bahwa kedua negara secara efektif mengakhiri hubungan mereka dengan Moskow hingga nol dengan menyeret infrastruktur militer NATO ke wilayah mereka.

Sementara itu, Alexey Chepa, Wakil Ketua Pertama Komite Duma Negara Rusia untuk Urusan Internasional, mengatakan kepada Lenta.ru, Selasa (18/11/2025), bahwa Moskow mungkin akan merespons latihan perang besar-besaran Finlandia dengan mengerahkan sistem rudal Oreshnik dan senjata lainnya ke perbatasan kedua negara.

Menurutnya, Moskow memandang latihan NATO apa pun sebagai risiko potensial—terlebih lagi jika melibatkan anggota baru aliansi tersebut.

Dia mengatakan kepemimpinan militer Rusia harus mempertimbangkan kegiatan tersebut dan menjelaskan kepada Helsinki langkah-langkah penanggulangan apa yang dapat diambil. Chepa menekankan bahwa jika Moskow melihat adanya ancaman, ia akan memperkuat posisinya di wilayah perbatasan, termasuk melalui pengerahan sistem rudal Oreshnik.

Rudal balistik Oreshnik mencapai kecepatan 2–3 km/detik, dan sistem pertahanan rudal global yang ada tidak mampu mencegat target tersebut. Jangkauan operasionalnya diperkirakan 1.000 hingga 5.500 kilometer. Para analis militer meyakini sistem ini kemungkinan merupakan penerus rudal Pioner (RSD-10) era Soviet, yang telah dihapuskan berdasarkan Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Berita Terkini
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved