BBC Minta Maaf kepada Trump karena Mengedit Pidatonya, tapi Tolak Tuntutan Kompensasi Rp16,7 Triliun

Jum'at, 14 November 2025 - 07:58 WIB
loading...
BBC Minta Maaf kepada...
BBC minta maaf kepada Presiden AS Donald Trump karena mengedit pidatonya, tapi menolak tuntutan kompensasi Rp16,7 triliun atas pencemaran nama baik. Foto/Sky News
A A A
LONDON - BBC, media yang berbasis di Inggris, telah meminta maaf kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena telah mengedit pidatonya agar terlihat seperti dia menganjurkan kekerasan. Namun, media itu menolak tuntutan kompensasi USD1 miliar (lebih dari Rp16,7 triliun) yang akan diajukan sang presiden.

Trump sebelumnya berencana menuntut kompensasi sebesar itu atas dasar pencemaran nama baik yang dilakukan BBC.

Dalam sebuah pernyataan, BBC mengatakan bahwa ketuanya, Samir Shah, telah mengirimkan surat pribadi ke Gedung Putih yang menjelaskan kepada Trump bahwa dia dan perusahaan tersebut menyesali pengeditan pidato yang jadi bagian dari dokumenter Panorama tersebut.

Baca Juga: Trump Gugat Miliarder AS Rupert Murdoch dan Kerajaan Medianya

Dia menambahkan bahwa BBC tidak berencana untuk menyiarkan ulang dokumenter Panorama di platform mana pun.

"Meskipun BBC sungguh-sungguh menyesalkan cara pengeditan klip video tersebut, kami sangat tidak setuju bahwa ada dasar untuk klaim pencemaran nama baik," kata BBC,Jumat (14/11/2025).

Bocornya tuduhan internal tentang bias di BBC, termasuk dalam cara mereka mengedit pidato Trump tahun 2021 pada hari para pendukungnya menyerbu Gedung Capitol, telah mengguncang raksasa media Inggris tersebut. Terlebih ketika Trump mengancam akan mengajukan gugatan hukum senilai USD1 miliar.

Hal ini menempatkan BBC pada risiko harus menggunakan uang yang dibayarkan oleh pemirsanya untuk memberikan kompensasi kepada presiden AS atas kesalahan yang mereka buat sendiri, memberikan lebih banyak amunisi kepada para kritikus di saat semakin banyak orang yang membatalkan pembayaran biaya lisensi tahunan mereka.

Pengacara Trump telah meminta BBC untuk menarik program Panorama, meminta maaf kepada presiden dan memberikan kompensasi yang sesuai atas kerugian yang ditimbulkan, atau menghadapi gugatan ganti rugi setidaknya USD1 miliar.

Trump telah lama membantah telah menghasut kerusuhan Capitol dan menuduh media menyebarkan kebohongan. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut BBC sebagai "mesin propaganda kiri".

Skandal pengeditan pidato ini menyebabkan pengunduran diri Direktur Jenderal BBC Tim Davie dan Kepala Berita Deborah Turness. Banyak anggota Parlemen Inggris mengkritik ulah media tersebut, dengan pemimpin Partai Konservatif Kemi Bedinoch menyebut pengeditan pidato Trump "sangat mengejutkan".

Trump sebelumnya mendapatkan pembayaran besar dari perusahaan induk CBS News, Paramount, dan dari ABC sebagai bagian dari penyelesaian hukum.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
Berita Terkini
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved