Presiden Sudan Selatan Tiba-tiba Pecat Wakil Presiden dan Cabut Pangkat Jenderalnya

Kamis, 13 November 2025 - 11:27 WIB
loading...
Presiden Sudan Selatan...
Wakil Presiden Kedua Sudan Selatan Benjamin Bol Mel tiba-tiba dipecat oleh Presiden Salva Kiir Mayardit. Pangkat jenderal militer Bol Mel juga dicabut. Foto/RTT Afrika
A A A
JUBA - Presiden Sudan Selatan Salva Kiir Mayardit tiba-tiba memecat Wakil Presiden Kedua Benjamin Bol Mel. Tak hanya dipecat dari pemerintahan, Bol Mel juga dicopot kekuasaannya di militer dengan pangkat jenderalnya dicabut.

Sekertaris Jenderal partai berkuasa SPLM (Sudan People's Liberation Movement) Paul Logale Jumi, Gubernur Bank Sentral Sudan Selatan Addis Ababa Othow, dan Komisaris Jenderal Pendapatan Negara Simon Akuei juga dipecat pada hari Rabu.

Akol Paul Kordit akan menggantikan Logale sebagai Sekretaris Jenderal SPLM, sementara William Anyuon Kuol akan menjabat sebagai kepala pendapatan negara yang baru.

Baca Juga: Rekaman Presiden Sudan Selatan Ngompol Viral, 6 Wartawan Ditangkap

Pemecatan itu diumumkan dalam dekrit presiden yang dibacakan di stasiun televisi pemerintah, SSBC, pada hari Rabu. Tidak ada alasan yang diberikan presiden atas pemecatan Bol Mel dari pemerintahan dan militer.

"Sesuai dengan ketentuan Pasal 51(4) Undang-Undang Dinas Keamanan Nasional 2014 sebagaimana telah diubah, saya, Salva Kiir Mayardit, Presiden Republik Sudan Selatan, dengan ini menurunkan pangkat Jenderal Benjamin Bol Mel menjadi prajurit, dan dia dengan ini diberhentikan dari Dinas Keamanan Nasional," bunyi dekrit presiden, seperti dikutip dari TRT Afrika, Kamis (13/11/2025).

Meskipun dekrit tersebut tidak secara tegas memberikan alasan pemecatan Bol Mel, undang-undang yang dikutip, Pasal 51(4) Undang-Undang Dinas Keamanan Nasional 2014, menyatakan: "Setiap orang yang kedapatan melakukan salah satu tindak pidana terhadap negara sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Undang-Undang ini, atau yang patut diduga telah melakukan, atau telah berupaya melakukan, atau akan melakukan tindak pidana tersebut, wajib ditangkap tanpa surat perintah oleh petugas dinas dan ditahan."

Pasal 51(7) Undang-Undang yang dikutip tersebut berbicara tentang "vonis bersalah oleh pengadilan atas suatu tindak pidana."

Bol Mel, yang secara luas dipandang sebagai calon penerus Presiden Kiir, diangkat sebagai wakil presiden pada 10 Februari 2025, dan dipromosikan ke pangkat jenderal bintang empat dari letnan jenderal pada 15 September.

Mengingat militer beroperasi dengan struktur komando yang disiplin, promosinya ke pangkat jenderal menempatkannya pada posisi otoritas yang terkemuka.

Hingga pengangkatannya sebagai wakil presiden kedua yang bertanggung jawab atas klaster ekonomi di pemerintahan, Bol Mel adalah penasihat Presiden Kiir.

Secara spesifik, dia menjabat sebagai penasihat kepala negara untuk program-program khusus, setelah sebelumnya menjabat sebagai penasihat keuangan dan sekretaris pribadinya.

Bol Mel juga seorang pengusaha terkemuka yang bergerak di bidang konstruksi infrastruktur. Sebelumnya, dia memimpin Kamar Dagang Sudan Selatan sebagai ketuanya.

Kenaikan Karier yang Cepat


Meskipun sebagian besar tidak terdengar di kalangan bisnis, masuknya Bol Mel ke dalam pemerintahan merupakan langkah yang tidak diprediksi oleh banyak orang di Sudan Selatan.

Antara Februari hingga September 2025, mantan wakil presiden tersebut—yang usianya dilaporkan antara 46 hingga 47 tahun—dengan cepat naik jabatan dalam struktur kekuasaan Sudan Selatan.

Pada bulan Mei, Presiden Kiir mengangkatnya sebagai wakil ketua pertama SPLM, sebuah posisi yang sebelumnya dipegang oleh James Wani Igga, seorang anggota partai yang telah lama menjabat, yang digantikan Bol Mel sebagai wakil presiden pada bulan Februari.

Di bawah struktur kekuasaan SPLM, Bol Mel hanya satu posisi di bawah Kiir, yang merupakan ketua nasional partai. Dia kini telah kehilangan posisi tersebut setelah Kiir memecatnya sebagai wakil ketua pertama SPLM pada hari Rabu. Pengganti Bol Mel belum diumumkan.

Sanksi Amerika Serikat


Di tingkat internasional, mantan Wakil Presiden Bol Mel memiliki hubungan yang tegang dengan Amerika Serikat (AS).

Pada bulan Desember 2017, AS, di bawah Presiden Donald Trump, menjatuhkan sanksi kepadanya setelah perusahaan konstruksinya, ABMC Limited, dikaitkan dengan penerimaan kontrak ilegal senilai puluhan juta dolar dari pemerintah Sudan Selatan.

Dana tersebut ditujukan untuk pembangunan beberapa jalan di Sudan Selatan.

Meskipun pemerintah Sudan Selatan berulang kali memprotes sanksi tersebut dan menyerukan pencabutannya, AS memperbarui sanksinya terhadap Bol Mel pada bulan April 2025.

Bol Mel menikah dengan Sarah Peter Nyot Kok, seorang pengacara yang diangkat menjadi Jaksa Agung Sudan Selatan pada awal September 2025.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sidang Pemakzulan Digelar,...
Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
BNPB: Kebakaran Hutan...
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
Iran Berduka! Trump...
Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei
Rekomendasi
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
Defisit APBN 2026 Diprediksi...
Defisit APBN 2026 Diprediksi Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
JICT dan Bea Cukai Sinergi...
JICT dan Bea Cukai Sinergi Percepat Penanganan Kontainer Longstay di Pelabuhan
Berita Terkini
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump akan Pecat Tentara Transgender
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved