Sedang Perang Melawan Rusia, 2 Menteri Ukraina Malah Korupsi Besar-besaran

Kamis, 13 November 2025 - 08:58 WIB
loading...
Sedang Perang Melawan...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memaksa dua menterinya mengundurkan diri setelah diduga terlibat korupsi besar-besaran. Skandal korupsi ini terjadi di tengah perang melawan invasi Rusia. Foto/X @ZelenskyyUa
A A A
KYIV - Dua menteri Ukraina mengajukan pengunduran diri pada hari Rabu setelah keduanya diduga terlibat skandal korupsi besar-besaran. Skandal korupsi di sektor energi ini telah memicu kemarahan publik karena terjadi ketika negara itu sedang berperang melawan invasi Rusia.

Menteri Kehakiman German Galushchenko dan Menteri Energi Svitlana Grynchuk mengundurkan diri tak lama setelah Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan keduanya harus membahas dugaan keterlibatan mereka dalam skandal korupsi besar-besaran di sektor energi.

Para penyidik sebelumnya menuduh para sekutu penting Zelensky mendalangi skema suap senilai USD100 juta untuk menggelapkan dana.

Baca Juga: Rusia Siap Hadapi Kemungkinan Konflik Langsung dengan NATO

Ukraina telah lama dilanda korupsi dan pemberantasan korupsi dipandang sebagai persyaratan utama dalam upayanya untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Zelenskyy mengatakan Galushchenko—yang menurut para penyidik terlibat dalam skandal korupsi tersebut dan menerima "keuntungan pribadi"—serta Grynchuk harus mengajukan pengunduran diri.

Keduanya belum diketahui apakah telah didakwa dan Grynchuk tidak disebutkan telah mengambil keuntungan dari skema suap tersebut.

"Menteri Kehakiman dan Menteri Energi tidak dapat tetap menjabat," kata Zelensky dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, seperti dikutip AFP, Kamis (13/11/2025).

Tak lama kemudian, keduanya mengajukan surat pengunduran diri, kata Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko.

Skandal ini telah memicu kemarahan di kalangan warga Ukraina, yang sering mengalami pemadaman listrik dan pemanas akibat pengeboman Rusia.

"Ini menjijikkan," kesal Davyd, seorang kreator konten berusia 24 tahun, kepada AFP, yang menolak menyebutkan nama belakangnya.

"Mereka menghancurkan kita, reputasi kita, dan masa depan kita. Kita tidak akan punya masa depan jika kita punya penjahat seperti itu," ujarnya, mengungkapkan kekhawatirannya tentang bagaimana skandal itu akan memengaruhi para pendukung penting Kyiv di Uni Eropa.

"Orang-orang menggalang dana sebanyak mungkin untuk membantu (militer), dan mereka hanya menyembunyikan uang itu di ruang bawah tanah mereka," imbuh dia. "Mengapa mereka melakukan ini?"

Tuduhan tersebut, yang terungkap awal pekan ini, berpusat pada suap dari kontrak yang melibatkan Energoatom, operator nuklir negara dan penyedia listrik terpenting di Ukraina.

Grynchuk menggantikan Galushchenko sebagai menteri energi pada musim panas.

Parlemen Ukraina perlu secara resmi menyetujui pengunduran diri mereka berdua.

Olena Boikova (57), seorang pensiunan, mengatakan dia merasa marah dan menyebut mereka yang terlibat dalam skema suap tersebut sebagai musuh internal.

Memerintahkan dua menteri tersebut untuk mundur, Zelensky mengatakan: "Sangat tidak dapat diterima bahwa masih ada beberapa skema (korupsi) di sektor energi" sementara warga Ukraina menghadapi pemadaman listrik harian akibat serangan Rusia.

Rusia telah menggempur jaringan energi Ukraina dengan serangan pesawat nirawak dan rudal setiap malam dalam apa yang disebut Kyiv sebagai serangan sinis yang bertujuan untuk menjerumuskan jutaan warga Ukraina ke dalam kegelapan dan kedinginan selama musim dingin.

Penyelidik mengatakan skema suap tersebut didalangi oleh Timur Mindich, mantan rekan bisnis Zelensky.

Mindich merupakan salah satu pemilik perusahaan produksi Kvartal 95, yang didirikan oleh Zelensky ketika dia masih menjadi bintang komedian sebelum terjun ke dunia politik.

Dia melarikan diri dari negara itu tak lama sebelum tuduhan diumumkan pada hari Senin, kata layanan perbatasan negara.

Zelensky belum mengomentari peran Mindich dalam skema tersebut, tetapi Perdana Menteri Svyrydenko mengatakan bahwa dia menjatuhkan sanksi pribadi kepadanya dan seorang pengusaha lain yang didakwa, Oleksandr Tsukerman.

Kvartal 95, yang memproduksi serial TV Zelensky "Servant of the People", mengatakan penyelidikan itu tidak "berkaitan dengan pekerjaan studio."

Skandal ini menghadirkan ujian berat bagi Zelensky, yang menghadapi tuduhan sentralisasi kekuasaan dan pembungkaman kritik pascainvasi Rusia.

Awal tahun ini, terjadi reaksi keras dari publik dan di Brussels atas upaya untuk melucuti independensi kedua badan antikorupsi yang sedang menyelidiki dan mengadili kasus ini.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
18 Gol, 6 Piala Dunia:...
18 Gol, 6 Piala Dunia: Messi Bikin Klose Angkat Topi
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Berita Terkini
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved