AS Tak Mampu Jelaskan Mengapa Butuh Banyak Militer untuk Serang Kapal Narkoba di Karibia

Rabu, 12 November 2025 - 07:09 WIB
loading...
AS Tak Mampu Jelaskan...
Kapal perang AS dikerahkan di Karibia. Foto/Petty Officer 3rd Class Erick Pa
A A A
WASHINGTON - Perwira senior Operasi Khusus Amerika Serikat (AS) dalam pengarahan bulan lalu tidak bisa memberikan penjelasan komprehensif mengapa pemerintahan Presiden Donald Trump membutuhkan kehadiran militer yang besar di Karibia untuk serangan terhadap beberapa kapal kecil yang diduga digunakan oleh kartel narkoba. CNN melaporkan pada hari Selasa (11/11/2025), mengutip sumber yang mengetahui hal tersebut.

Saat ini, belum ada informasi publik dari Pentagon mengenai apa yang digunakan militer untuk melakukan serangan tersebut, tetapi sumber tersebut mengatakan kepada CNN bahwa drone MQ-9 Reaper digunakan untuk serangan AS terhadap kapal-kapal yang diduga sebagai kapal narkoba, serta helikopter tempur dan jet tempur AC-130J.

Sumber tersebut mengatakan kepada CNN bahwa para pejabat Pentagon juga tidak dapat memberikan jumlah pasti uang pajak yang dihabiskan untuk kampanye antinarkoba.

Namun, pejabat pemerintah telah menyatakan setiap serangan menghabiskan biaya hingga ratusan ribu dolar, menurut laporan itu.

Sebagian besar aset angkatan laut AS yang dikerahkan di seluruh dunia telah ditempatkan di Komando Selatan AS sejak bulan lalu, dan bahkan lebih banyak lagi aset militer AS yang akan segera ditempatkan di Karibia, tambah laporan itu.

Awal pekan ini, Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap dua kapal penyelundup narkoba di Pasifik Timur, menewaskan enam orang.

Hingga saat ini, militer AS telah melancarkan 19 serangan, menghancurkan 20 kapal, dan menewaskan 76 orang sebagai bagian dari kampanye antinarkotika, lapor CNN.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved