Ledakan Dahsyat Delhi Merupakan Bom Bunuh Diri, Terduga Pelaku Dokter Umar Mohammad
Selasa, 11 November 2025 - 11:57 WIB
loading...
Dokter Umar Mohammad, terduga pelaku serangan bom bunuh diri di dekat Red Fort, Delhi, India. Dia diduga memicu ledakan dari dalam mobilnya, menewaskan 9 orang. Foto/India Today
A
A
A
NEW DELHI - Ledakan dahsyat yang meluluhlantakkan kawasan Red Fort, Delhi, India, pada Senin malam dilaporkan sebagai serangan bom bunuh diri. Media-media lokal telah menerbitkan foto terduga pelaku yang diiidentifikasi sebagai dokter Umar Mohammad.
Ledakan mengerikan itu berasal dari mobil Hyundai i20 putih. Total 9 orang tewas dan sekitar 20 lainnya terluka akibat ledakan tersebut.
Mengutip laporan NDTV, Selasa (11/11/2025), Umar diduga sebagai pemilik mobil tersebut.
Baca Juga: Ledakan Dahysat Luluh Lantakkan Red Fort Delhi dan Tewaskan 9 Orang, India Selidiki Dugaan Serangan Teroris
Lahir di Pulwama, Jammu dan Kashmir, pada 24 Februari 1989, Umar bekerja sebagai dokter di Al Falah Medical College. Dia adalah ajudan dekat dokter Adeel Ahmad Rather dan dokter Mujammil Shakil, dua dokter yang ditangkap pada hari Senin dalam modul teror "kerah putih" yang digerebek oleh tim kepolisian Jammu dan Kashmir dan kepolisian Haryana.
Umar melarikan diri dari Faridabad setelah mengetahui bahwa para penyidik telah menangkap dua anggota kunci modul tersebut dan menyita 2.900 kg bahan peledak selama beberapa hari terakhir.
Umar, menurut laporan NDTV, panik dan memicu ledakan dari dalam mobilnya.
"Umar Mohammad dan rekan-rekannya menggunakan Amonium Nitrat Fuel Oil (ANFO) untuk melakukan serangan. Mereka memasang detonator di dalam mobil dan melakukan serangan teror di area ramai dekat Red Fort," kata sumber yang dikutip media India tersebut.
Video dan gambar CCTV menunjukkan mobil Hyundai i20 putih yang meledak di dekat Red Fort (Benteng Merah) memasuki Delhi dari perbatasan Badarpur. Mobil itu tiba di Old Delhi melalui Jalan Lingkar Luar.
Mobil tersebut, dengan pelat nomor HR 26CE7674, diparkir di tempat parkir dekat benteng selama lebih dari tiga jam. Mobil itu masuk pukul 15.19 dan keluar sekitar pukul 18.30, menurut sumber.
Terduga pelaku bom bunuh diri tidak meninggalkan mobilnya semenit pun.
Investigasi awal polisi menunjukkan bahwa mobil yang digunakan dalam serangan itu berpindah tangan beberapa kali. Menurut sumber penegak hukum, mobil tersebut dijual oleh Salman kepada Devender pada Maret 2025.
Selanjutnya, mobil tersebut berpindah tangan dari Devender kepada Aamir pada 29 Oktober. Dari Aamir, mobil tersebut akhirnya sampai ke dokter Umar Mohammad. Aamir sekarang sedang diperiksa oleh tim Kepolisian Delhi.
Ledakan mengerikan itu berasal dari mobil Hyundai i20 putih. Total 9 orang tewas dan sekitar 20 lainnya terluka akibat ledakan tersebut.
Mengutip laporan NDTV, Selasa (11/11/2025), Umar diduga sebagai pemilik mobil tersebut.
Baca Juga: Ledakan Dahysat Luluh Lantakkan Red Fort Delhi dan Tewaskan 9 Orang, India Selidiki Dugaan Serangan Teroris
Lahir di Pulwama, Jammu dan Kashmir, pada 24 Februari 1989, Umar bekerja sebagai dokter di Al Falah Medical College. Dia adalah ajudan dekat dokter Adeel Ahmad Rather dan dokter Mujammil Shakil, dua dokter yang ditangkap pada hari Senin dalam modul teror "kerah putih" yang digerebek oleh tim kepolisian Jammu dan Kashmir dan kepolisian Haryana.
Umar melarikan diri dari Faridabad setelah mengetahui bahwa para penyidik telah menangkap dua anggota kunci modul tersebut dan menyita 2.900 kg bahan peledak selama beberapa hari terakhir.
Umar, menurut laporan NDTV, panik dan memicu ledakan dari dalam mobilnya.
"Umar Mohammad dan rekan-rekannya menggunakan Amonium Nitrat Fuel Oil (ANFO) untuk melakukan serangan. Mereka memasang detonator di dalam mobil dan melakukan serangan teror di area ramai dekat Red Fort," kata sumber yang dikutip media India tersebut.
Video dan gambar CCTV menunjukkan mobil Hyundai i20 putih yang meledak di dekat Red Fort (Benteng Merah) memasuki Delhi dari perbatasan Badarpur. Mobil itu tiba di Old Delhi melalui Jalan Lingkar Luar.
Mobil tersebut, dengan pelat nomor HR 26CE7674, diparkir di tempat parkir dekat benteng selama lebih dari tiga jam. Mobil itu masuk pukul 15.19 dan keluar sekitar pukul 18.30, menurut sumber.
Terduga pelaku bom bunuh diri tidak meninggalkan mobilnya semenit pun.
Investigasi awal polisi menunjukkan bahwa mobil yang digunakan dalam serangan itu berpindah tangan beberapa kali. Menurut sumber penegak hukum, mobil tersebut dijual oleh Salman kepada Devender pada Maret 2025.
Selanjutnya, mobil tersebut berpindah tangan dari Devender kepada Aamir pada 29 Oktober. Dari Aamir, mobil tersebut akhirnya sampai ke dokter Umar Mohammad. Aamir sekarang sedang diperiksa oleh tim Kepolisian Delhi.
(mas)
Lihat Juga :