Turki Bantu Bebaskan 200 Warga Sipil yang Terjebak di Terowongan Gaza
Senin, 10 November 2025 - 20:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pemberontak RSF Dituding Tutupi Skandal Genosida dengan Bakar dan Kubur Jenazah
Sumber-sumber yang dekat dengan upaya mediasi mengatakan kepada Reuters pada hari Kamis bahwa para pejuang dapat menyerahkan senjata mereka dengan imbalan perjalanan ke wilayah lain di kantong tersebut berdasarkan proposal yang bertujuan untuk menyelesaikan kebuntuan.
Para mediator Mesir telah mengusulkan agar, sebagai imbalan perjalanan yang aman, para pejuang yang masih berada di Rafah menyerahkan senjata mereka kepada Mesir dan memberikan detail terowongan di sana agar terowongan tersebut dapat dihancurkan.
Pernyataan hari Minggu dari Brigade Al-Qassam menyatakan Israel bertanggung jawab atas bentrokan dengan para pejuang, yang katanya sedang membela diri.
“Musuh harus tahu bahwa konsep menyerah dan menyerahkan diri tidak ada dalam kamus Brigade Al-Qassam,” kata kelompok itu.
Utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan pada hari Kamis bahwa kesepakatan yang diusulkan untuk sekitar 200 pejuang akan menjadi ujian bagi proses yang lebih luas untuk melucuti senjata pasukan Hamas di seluruh Gaza.
Brigade Al-Qassam tidak berkomentar langsung mengenai kelanjutan perundingan mengenai para pejuang di Rafah, tetapi menyiratkan bahwa krisis tersebut dapat memengaruhi gencatan senjata.
Sumber-sumber yang dekat dengan upaya mediasi mengatakan kepada Reuters pada hari Kamis bahwa para pejuang dapat menyerahkan senjata mereka dengan imbalan perjalanan ke wilayah lain di kantong tersebut berdasarkan proposal yang bertujuan untuk menyelesaikan kebuntuan.
Para mediator Mesir telah mengusulkan agar, sebagai imbalan perjalanan yang aman, para pejuang yang masih berada di Rafah menyerahkan senjata mereka kepada Mesir dan memberikan detail terowongan di sana agar terowongan tersebut dapat dihancurkan.
Pernyataan hari Minggu dari Brigade Al-Qassam menyatakan Israel bertanggung jawab atas bentrokan dengan para pejuang, yang katanya sedang membela diri.
“Musuh harus tahu bahwa konsep menyerah dan menyerahkan diri tidak ada dalam kamus Brigade Al-Qassam,” kata kelompok itu.
Utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan pada hari Kamis bahwa kesepakatan yang diusulkan untuk sekitar 200 pejuang akan menjadi ujian bagi proses yang lebih luas untuk melucuti senjata pasukan Hamas di seluruh Gaza.
Brigade Al-Qassam tidak berkomentar langsung mengenai kelanjutan perundingan mengenai para pejuang di Rafah, tetapi menyiratkan bahwa krisis tersebut dapat memengaruhi gencatan senjata.
Lihat Juga :