Profil Eks Raja Malaysia Sultan Muhammad V: Nikahi Miss Moscow hingga Penyanyi AS Berujung Cerai
Minggu, 09 November 2025 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
Porter mengeklaim bahwa saat mereka berada di Oman, Sultan Muhammad V menerbangkan teman-temannya untuk menghadiri upacara keagamaan.
“Dalam budaya saya, upacara besarnya adalah pernikahan, yang kami rencanakan untuk Januari 2025. Jadi saya bingung,” imbuh dia kepada South China Morning Post.
“Mereka mendatangkan seorang imam dan saya melakukan seluruh prosesi pindah agama, tetapi dia tidak mengajari saya banyak hal tentang Islam. Saya baru-baru ini mengetahui bahwa 'nikah' itu merupakan pernikahan menurut hukum Islam.”
Porter lebih lanjut mengklarifikasi di media sosialnya: “Dalam budaya Barat, upacara itu sendiri dianggap sebagai pernikahan resmi, jadi saya tidak menyadari betapa berbedanya terminologi dan prosesnya di bawah hukum Islam."
“Tetapi kenyataannya adalah - saya adalah, dan masih, istrinya di mata Allah,” lanjutnya.
Artis rekaman itu lebih lanjut mengeklaim bahwa begitu mereka kembali ke Malaysia, dia diharapkan untuk melahirkan "ahli waris" laki-laki sesegera mungkin.
Dia mengatakan bahwa dia akhirnya hamil sebelum mengalami keguguran.
“Rasanya mengerikan,” akunya kepada Daily Mail. “Tapi setelah itu, kami mulai sering bertengkar.”
Meskipun hubungan mereka mulai merenggang, wanita asal California ini mengatakan dia tetap melanjutkan perencanaan pernikahan, kembali ke negara bagian asalnya untuk bertemu dengan seorang wedding planner.
“Dia bersikap jauh dari saya dan saya panik, jadi saya terbang kembali ke Malaysia—tetapi dia tidak ada di sana,” katanya. “Dia memblokir saya di semua akun. Dia hanya mengirim pesan kepada sahabat saya dan mengatakan bahwa hubungan kami tidak akan berhasil.”
Dia mengatakan dirinya belum mendengar kabar darinya sejak saat itu, dan sekarang sedang mencari “perceraian yang layak.”
“Saya merasa perilaku ini sudah menjadi polanya,” kata Porter tentang pendekatan cepat mantan raja tersebut yang kemudian diikuti dengan ketidakhadirannya. “Saya jatuh ke dalam perangkapnya.”
“Dalam budaya saya, upacara besarnya adalah pernikahan, yang kami rencanakan untuk Januari 2025. Jadi saya bingung,” imbuh dia kepada South China Morning Post.
“Mereka mendatangkan seorang imam dan saya melakukan seluruh prosesi pindah agama, tetapi dia tidak mengajari saya banyak hal tentang Islam. Saya baru-baru ini mengetahui bahwa 'nikah' itu merupakan pernikahan menurut hukum Islam.”
Porter lebih lanjut mengklarifikasi di media sosialnya: “Dalam budaya Barat, upacara itu sendiri dianggap sebagai pernikahan resmi, jadi saya tidak menyadari betapa berbedanya terminologi dan prosesnya di bawah hukum Islam."
“Tetapi kenyataannya adalah - saya adalah, dan masih, istrinya di mata Allah,” lanjutnya.
Artis rekaman itu lebih lanjut mengeklaim bahwa begitu mereka kembali ke Malaysia, dia diharapkan untuk melahirkan "ahli waris" laki-laki sesegera mungkin.
Dia mengatakan bahwa dia akhirnya hamil sebelum mengalami keguguran.
“Rasanya mengerikan,” akunya kepada Daily Mail. “Tapi setelah itu, kami mulai sering bertengkar.”
Meskipun hubungan mereka mulai merenggang, wanita asal California ini mengatakan dia tetap melanjutkan perencanaan pernikahan, kembali ke negara bagian asalnya untuk bertemu dengan seorang wedding planner.
“Dia bersikap jauh dari saya dan saya panik, jadi saya terbang kembali ke Malaysia—tetapi dia tidak ada di sana,” katanya. “Dia memblokir saya di semua akun. Dia hanya mengirim pesan kepada sahabat saya dan mengatakan bahwa hubungan kami tidak akan berhasil.”
Dia mengatakan dirinya belum mendengar kabar darinya sejak saat itu, dan sekarang sedang mencari “perceraian yang layak.”
“Saya merasa perilaku ini sudah menjadi polanya,” kata Porter tentang pendekatan cepat mantan raja tersebut yang kemudian diikuti dengan ketidakhadirannya. “Saya jatuh ke dalam perangkapnya.”
(mas)
Lihat Juga :