Sejarah Skandal Seks Andrew Cuomo saat Jadi Gubernur New York

Jum'at, 07 November 2025 - 14:28 WIB
loading...
A A A
Tapi tak lama kemudian, muncul nama lain: Charlotte Bennett, mantan staf kesehatan yang mengatakan Cuomo sering mengajukan pertanyaan pribadi dan seksual tentang hidupnya, bahkan menanyakan apakah dia “terbuka untuk berhubungan dengan pria yang lebih tua”.

Lalu satu per satu muncul lagi: Anna Ruch, yang mengaku dipeluk dan dicium di pipi tanpa izin saat resepsi pernikahan; perempuan staf lainnya yang menceritakan tangan gubernur “meraba punggung dan perut” mereka dengan alasan bercanda.

Cerita-cerita itu membentuk pola. Bukan sekadar kesalahpahaman atau candaan sosial, tapi relasi kuasa—seorang pejabat tertinggi negara bagian dengan staf muda yang merasa tak berdaya untuk menolak.

Meningkatnya tekanan publik membuat Jaksa Agung New York, Letitia James, membentuk tim penyelidik independen. Dalam laporan setebal 165 halaman yang dirilis 3 Agustus 2021, tim itu menulis dengan gamblang: “Gubernur Andrew Cuomo melecehkan secara seksual beberapa perempuan, termasuk staf negara bagian saat ini dan mantan staf, serta menciptakan lingkungan kerja beracun.”

Laporan tersebut berisi kesaksian 11 perempuan, ratusan wawancara, dan lebih dari 74.000 bukti dokumen. Investigator menyebut pola perilaku Cuomo mencakup penyentuhan yang tak diinginkan, ciuman yang tak diinginkan, komentar bernada seksual, hingga candaan yang merendahkan.

Cuomo menolak semua tuduhan itu. Dalam konferensi persnya saat itu dia berkata: “Saya tidak pernah menyentuh siapa pun dengan cara yang tidak pantas.”

Namun publik sudah terlanjur menilai. Di media sosial, tanda pagar #CuomoResign menjadi tren nasional. Bahkan Presiden AS saat itu, Joe Biden, yang dulu pernah memujinya, ikut bersuara: “Saya pikir dia harus mundur.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved